TENTANGMU (Karya: Wa5 Al Hadi)

Aku teringat padamu..
Padamu yg mengagumiku
Entah benar atau hanya kebohongan
Hanya engkau yg tau…

Aku tringat padamu..
Padamu yg slalu tersenyum padaku
Walaupun kau berpaling…
Di saat aku memandangmu…

Aku tetingat padamu…
Padamu yg bgt lembut padaku
Walaupn kau tk berani peluk diriku
Di saat kau sedang bersamaku

Aku teringat padamu…
Padamu..yg slalu tertawa lepas..
Hanya untuk mendengar celotehku…
Walaupun tk berkelas..

Ya….
Aku ingat tentangmu…
Yg dengan gemetaran kau raih tanganku…
Di saat hati dn pikiranmu bertarung melawan ketakutan yg semu…
Aku….ingat itu….

Kau tahu….
Aku menangis…terluka…merana..tp bibirku tersenyum…
Cintamu…tak buat aku bahagia…
Kagummu tk buat aku terlena…
Kasihmu…tk bisa buat aku aman..
Kenapa….?
Semua tahu menjawab…kenapa?….

Hanya sj….satu yg perlu kamu tau…
Aku suka di saat bersamamu

AKU TAKUT (Karya: Wa5 Al Hadi)

Kerlinganmu terlalu kaku

Aku tak mampu tuk membaca

Kerlinganmu terlalu lemah
Aku tak bisa untuk menjamah..

Garis di dahimu terlalu mengernyit
Dan …ku tak bisa untuk menebak…
Kernyit di dahimu..terlalu merapat
Ku tak kuasa tuk mendekat…

Aku terlalu takut untuk menyakitimu
Aku terlalu takut untuk bertanya
Aku terlalu takut..untuk buat kau terluka
Aku takut buat kau kecewa
Dan….terlalu takut..kau tinggalkan

Hanya diam..
Biarlah…
Ku jamah bahasamu
Biar kan beradu dlm pikiranku

Terhempas (Karya : Wa5 joyo Al Hadi)

Terkulai lemah tak berdaya

Tertatih kaki merintih sakit
Terkatup rapat mulut meratap
Terpejam mata…menerawang penat dan gelap

Mana tubuh gagah nya
Mana kaki kuatnya
Mana tangan kekarnya
Mana celoteh..kasarnya
Mana mata bringasnya
Ha ha ha
Aku tertawa…tp hati menangis

Tuhan…tak diam
Tuhan tak tuli
Tapi Tuhan melhat
Dan Tuhan perduli

Jangn pernah prasangka buruk tentang Nya
Karna yg terjadi…
Adalah…drama yg di sutradarai sendiri
Jangan berkeluh menahan rasa
Karna karma…adalah skenario…alur cerita…

Aku diam…
Tak perlu…berceloteh tentangnya…
Aku hanya coba…berkaca
Aku diam untuk berkata…
Karna Tuhan telah…merangkulnya..
Tapi …kalau ia peka

Melihat saja…dengan tutup telinga
Usah bicara …dengan kata
Cukup melihat…dengan makna
Cukup terdiam dengan doa

JERIT LIDAH MUNAFIQ (Buah Karya : Ach. Buchori)

Beribu-ribu pola tingkah berhamburan
Dari ruang ruang bilik kehidupan
Dingin,acuh tak acuh dalam bakti diri
Se dingin kabut di tengah malam sunyi
Pola tingkah umat hanyut dilanda keangkuhan diri
Emoh patuh mengabdi diri pada Ilahi
Senantiasa cuci diri hindari rasa resah nan kecewa
Hasrat berlari dari rasa keluh kesah
Dikolong langit seluruh ciptaan ilahi
Tak perlu pojokkan makhluq itu…
Setiap yang melata pasti berbagi kewajiban
Sang Pencipta lebih Maha bijaksana
Dan Maha Adil dalam segala
Berjuta juta pola tingkah mencibir nikmatNYA
Tanpa sadari diri penuh rasa congkak menjijikkan
Insan cuma bisa menuntut nyaman belaka
Namun emoh bersimpuh dan beryukur dalam sujud
Apakah demikian itu hakikat insan?
Nikmat mau,tapi enggan taat perintahNYA?
Sejatinya manusia tak di tunggangi hawa nafsu dalam hati
Sungguh semua makhluq cuma jalani tugas dan kewajiban
Kini pakar dan teknokrat peras otak dahsyat
Hanya sebatas rambu-rambu ikhtiar semata
Tak berhak berkuasa pasti
Seluruh alam semesta dalam genggaman taqdir ilahy
Angin bertiup mengitar hutan belantara, menegur pola tingkah insan
Takjub ,termangu merana…
Terhenyak dalam mimpi haqiqi
Tak kuasa melangkah tuk setitik solusi
Tanpa dorongan daya kekuatan kehendakNYA
Hanya pasrahkah?
Tidak,tidak mungkin cuma menyerah Wajiblah tercurah kepastian langkah
Pasrah tanpa ikhtiar,itu putus asa
Tak patut berputus asa bagi insan
Dibalik larut malam terdengar sayu sayup
Deburan gelombang ombak menderu
lantang
Laksana suara jeritan umat zaman kini
Jeritan lidah-lidah munafiq…
Buram dalam menempuh hidup
Rapuh rasa iman didalam jiwa
Tiada kendali perinsip pengukir hidup
Kemanapun angin bertiup disitu arah berpijak
Maklumlah jiwa munafiq
Kalaulah terjadi peristiwa nan dahsyat
Seluruh alam ribut,berdiskusi akbar
Bak sandiwara dipentas alam
Semua saling tuding menuding
Tak jelas awal dan akhir
Pola pikir berkiblat pada teknologi
super canggih
Seolah enggan takluk pada takdir
Dunia tercipta dalam takdir Ilahi

Paseyan Sampang
19 Mei 2020

Hancur (Buah Karya : Nili Yulistiowati)



Bila kedatanganmu dihidupku
Mengikuti egomu tuk menghancurkanku
Ini hatiku
Hancurkan ia sehancur hancurnya
Lebih halus dari bedak ibumu
Saudara perempuanmu
Putrimu..
Tapi dengarlah
Lihatlah..
Ingatlah..
Akan kupungut kembali hatiku Yang kau hancurkan
Akan kubentuk hati Yang baru 💖untuk ku persembah kan pada yg hendak menjaga atapun yang datang tuk menghancurkan kembali💝
Ketahuilah semua yg datang sudah takdir dari NYA 🙏🕌👑🕋🙏
Tuk menjadikanku pantas kembali padanya
ALLAHU RABBI
🙏💖🤲🕌👑🕋🤲💝🙏Pabhebheren Sampang, Jum’at, 13 Agustus 2020 20:59

Engkau Pahlawanku (Buah Karya : Walimatus Sakdiyah)


Kami tidak tahu siapa dirimu
Kami tidak pernah mengenalmu
Kami tidak pernah bertemu denganmu
Tapi kami tahu tentangmu
Tapi kami tahu ceritamu
Bagaimana Perjuanganmu
Bagaiamana sepak terjangmu

Tusukan  keris yang ditancapkan di dadamu
Menjadi luka yang menyayat
Mengalirnya darahmu di tanah pertiwi
Menjadi saksi dukadukanya rakyat tersakiti

Kau Trunojoyo ku
Engkau Pahlawanku
Saksikan kami yang sekarang ada di dekatmu
Dengan tangan terkepal menyerukan namamu
Biarlah dunia tahu engkau adalah Pahlawanku

Darah kami mendidih
Disaat kami paham tentangmu
Kami rasakan perihnya tatkala kau di pesakitan
Pangeran Trunojoyo kau adalah Pahlawan ku
Terimakasih untuk Pangeran Trunojoyo Pahlawanku

Trunojoyo (Buah Karya “Ach.Buchari”)


Trunojoyo
Beberapa abad
Di tengah hiruk pikuk gila kekuasaan
Lahirlah sang ksatria sejati Nila prawata
Bergelar panembahan Maduratna
Dialah Trunojoyo pendobrak penjajah
bumi Indonesia
Dunia tercengang
Dunia mengenang…
Trunojoyo ksatria pahlawan bangsa
Mata dunia menyaksikan jiwa
heroik Trunojoyo
Tumpas ketidakadilan di bumi pertiwi
Trunojoyo tak rela bumi indonesia di injak-injak oleh penjajah pengecut
Berjuang demi bela kebenaran haqiqi

Wajah wajah iri dengki emoh melihat Trunojoyo berjaya
Ujung keris raja mataram menghunjam
dada Trunojoyo
Darah…darah…darah pahlawan nan harum semerbak mengalir seantero negeri
Trunojoyo pahlawan Nasional
Trunojoyo pahlawan bangsa
Trunojoyo pahlawan pembela ibu
pertiwi
Duhai ibu pertiwi …
Usah ragu,bukalah hati nuranimu
Trunojoya fakta dan nyata berjasa tuk bangsa
Berjuang demi ibu pertiwi tercinta
Wahai generasi muda panerus
pejuang bangsa
Tancapkan jiwa ksatria di dada
Bangkitlah, lanjutkan perjuangan
sampai titik darah penghabisan
Trunojoyo pahalawan nasional dari
Sampang Madura
Bumi Pababaran Sampang Madura
tempat kelahirannya
Besinar bertaburkan cahaya perjuangan
Demi bangsa dan negara
Adil makmur dan sentosa
Merdeka! Merdeka ! Merdeka!

Paseyan, Sampang, 9 Agustus 2020

Semarak Lomba Warga Takobuh di Lingkungan Raja Madura “Pangeran Mertosari” Menyambut HUT RI Ke-75

Dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia di masa pandemi covid19 ini sangat dirasa sangat langka, virus corona yang akhir-akhir ini menyebar di seluruh dunia ini tidak membuat semua masyarakat takut, namun harus menjaga jarak dan tetap waspada, seperti kegiatan acara lomba yang dilakukan warga Takobuh Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang.

Kegiatan acara lomba Agustusan sudah seharusnya setiap tahun diadakan di desa maupun di Kota di seluruh Indonesia, namun hanya beberapa warga yang berani mengadakan dan menganggarkan kegiatan kemerdekaan ini sebagai bentuk ikut andil merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan lomba warga Takobuh sangat bervariasi, salah satu jenis lomba yang diadakan adalah memindah bendera merah putih, sebagai lomba yang dimulai perdana di hari Selasa tanggal 11 Agustus 2020 sesudah Isya’ mendapatkan banyak respon positif masyarakat RT sekitar dan RT sebelah, banyak yang ikut berpartisipasi ikut dalam menyemarakkan lomba kegiatan Agustusan ini, temasuk dari luar kampung Takobuh.

Tujuan kegiatan lomba ini seharusnya memberikan kesempatan kepada semua warga untuk bersatu padu dan bahu membahu demi untuk bisa sukseskan kegiatan yang diadakan, memberi pembelajaran gotong royong, sportifitas untuk bersaing memenangkan lomba.

Namun sangat disayangkan hasil lomba menurut salah satu warga yang berkomentar kurang ketat menerapkan aturan lomba, sehingga ada beberapa yang kurang pas bisa memenangkan lomba tersebut karena cara memegang bendera yang tidak sesuai aturan dan menyebabkan salah satu peserta dirugikan.

Bukan masalah hadiah yang didapatkan, namun lebih menjunjung nilai-nilai sportifitas lomba dan cara memenangkan dengan baik dan benar, hadiahnya pun tidak sebanding dengan nilai sportifitas peserta, harusnya prinsip yang dipegang adalah Menang dengan sportif, imbuh salah satu warga.

Kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat oleh banyak warga, selain sebagai hiburan dan tontonan orang-orang, warga sekitar juga bisa berjualan untuk menopang bisa mendapatkan penghasilan, roda perekonomian masyarakat otomatis sangat terbantu, warga yang berjualan merasa diuntungkan karena ada banyak warga dari tetangga kampung sebelah ikut serta menonton dan pastinya membeli sesuatu untuk menemaninya menonton hiburan lomba tersebut.

CAROK


Entah sejak kapan munculmu
Seantero pelosok negeri menyimak
Geger tentang isumu
Dibalik munculmu dibelahan dunia
Cukup beralasan jika tak simpati
Siapakah gerangan?
Satu kata-CAROK!
Seram,angker,sadis
Lebih seram dari grandong
Sekujur tubuh lunglai
Degup jantung berdetak kencang
Sempoyongan,kemudian tergeletak
Carok!
Seolah nyawa tak berarti
Demi harga diri
Bersemboyan
Daripada putih mata lebih baik putih
tulang
Daripada hidup berlumur malu
lebih baik mati berkalang tanah
Suatu karakter atau tradisikah?
Karakter dan tradisi menyatu padu
Bak api tersiram bahan bakar
Mereka muncul di ruang-ruang konflik
Rentan emosi meledak
Tiada sentuhan ajar moral agama
Dalam agama tak suruh saling bunuh
Hawa nafsu panas membara
memberhangus akal normal
Syetan iblis tercipta dari api
Bakar hawa nafsu di lubuk hati
Carok!
Takkan selesaikan problema
Bahkan sumber konflik abadi
Dendam mendemdam membara
Carok sungguh merugi
Kalah menjadi abu,menang jadi arang
Begitukah tuk bela harga diri?
Memang tragis
Darah merah murah
Nyawa tiada arti
Carok bisakah damai?
Sesuatu yang tak mungkin terjadi di
dunia, akan mungkin bisa terjadi
Siramkan ajaran agama
Tegakkan hukum yang adil
Demi tercipta umat sadar
Insan makhluq Allah termulya
Punya rasa malu,malulah kepada Allah
Punya rasa takut,takutlah kepada Allah
Punya rasa rindu,rindulah kepada Allah
Punya rasa cinta,cintalah kepada Allah
Kalaulah terasa malu,takut serta cinta
kepada Allah,tak kan berjiwa binatang
Bahkan saling berkasih sayang
Carok takkan terjadi lagi
Ulama dan umarak serta masyarakat
Bahu membahu tuk ciptakan damai
Tuk menggapai hidup sejahtera
Bahagia dunia dan akhirat kelak.

Sadar Sejarah Budaya Warisan Leluhur sebagai identitas Jati Diri Bangsa, Sang Maestro Muda MTD Trunojoyo Sampang “Gus Kochak”

Ba Daiman

Apa yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan, semua telah ditulis dalam suratan takdir manusia, sebuah rahasia sang Pencipta yang tidak mungkin bisa diketahui oleh makhluknya, setiap pertemuan kita dengan seseorang seolah memberi pelajaran tentang hidup, saling berbagi dan selalu membuat manusia harus terus berpikir memaknai yang tersirat dari yang tersurat.

Ba Daiman orang memanggilnya, pengusaha muda yang dikenal dengan petis meskipun banyak jenis produk usahanya, menjadi rujukan UMKM Kabupaten Sampang karena terkenal dan dikenal pengusaha yang kreatif, pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai Enterpreneur muda.

Selain pengusaha Ba Daiman lebih dikenal sebagai tokoh muda yang memahami sejarah dan budaya warisan leluhur, mulai dari sejarahnya keluarga sendiri sampai berhubungan dengan sejarah tanah Madura dan Jawa, selain itu ia dikenal mempunyai banyak kitab kuno dan barang antik lainnya, seperti serad, keris, tombak, pedang dan alat musik kuno logam.

Sebagai orang yang memahami sejarah dan budaya, ia sering menjadi rujukan di Disporabudpar bidang kebudayaan, namun ia sempat trauma karena waktu itu hanya dimanfaatkan oleh orang Dinas untuk mengambil keuntungan pribadinya, mungkin yang baru datang beberapa waktu menggantikan pejabat yang terdahulu bisa menjadi lebih baik menjalankan tugas negara.

Ba Daiman akan melakukan apapun untuk kepentingan masyarakat Sampang, salah satunya adalah melestarikan sejarah dan budaya Sampang yang hampir punah dan tidak tempat situs purbakala, mungkin karena ketidaktahuan masyarakat pada umumnya dan para pejabat daerah situs Madegan kurang mendapatkan perhatian, padahal situs kerajaan Madegan ini adalah situs kota tua satu-satunya yang ada di Kabupaten Sampang, konon situs Madegan ini saat ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi.

Satu-satunya sekarang yang ada menyisakan peninggalan sejarah warisan leluhur Kabupaten Sampang yang ada di Pababaran Trunojoyo, tempat kelahiran Pangeran Trunojoyo, tempat ari-ari Pangeran Trunojoyo dikuburkan sekaligus Dhalem (Rumah) Pangeran Trunojoyo menjadi bukti otentik yang mengandung nilai sejarah, namun sangat disayangkan tempat ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak Pemerintah Daerah, untuk itu jangan biarkan peninggalan ini juga dikuasai oleh pihak luar Sampang.

Ba Daiman sebagai pelopor yang memproklamirkan dan menisiasi masyarakat Indonesia melalui Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo untuk bisa melestarikan situs budaya yang mengandung nilai sejarah, karena nilai sejarah itu mahal, ia pernah bercerita ingin menukar sepeda motor miliknya dengan kepunyaan salah satu Kiai yang punya warisan tombak dari ayahnya, namun ia tidak mau, orang tersebut menjawab dengan lugas bahwa nilai historis dari tombak itu tiada tandingan dan bandingannya, saya tidak tidak bisa menukar dengan apapun ucapnya, begitulah nilai-nilai sejarah dan leluhur kita, sangat mahal dan tidak ada tandingan dan bandingannya.

Perjuangan Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo masih sangat panjang untuk memberi pencerahan dan menyadarkan masyarakat agar sadar dengan identitas diri warisan leluhur sebagai jati diri sebuah bangsa, banyak tokoh idola leluhur kita yang bisa kita jadikan panutan, kita kaya dengan sejarah dan budaya, tidak perlu meniru budaya asing, karena di Nusantara ini adalah pusat peradaban dunia.

Dimulai dari lembaga atau komunitas Seni budaya di Sampang yang harus disatukan dalam satu wadah, mereka mempunyai ciri khas sendiri dengan segala kelebihannya, perlu sinkronisasi dan kerjasama dari semua pihak, masyarakat harus disadarkan bahwa sejarah sangat berharga, mari kita satukan visi misi ini dan berikan pencerahan terhadap masyarakat luas agar Sadar Sejarah dan Budaya sembari melestarikan situs sejarah yang ada di sekitar sebagai bentuk penghargaan dan jati diri bangsa, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.