Aku teringat padamu.. Padamu yg mengagumiku Entah benar atau hanya kebohongan Hanya engkau yg tau…
Aku tringat padamu.. Padamu yg slalu tersenyum padaku Walaupun kau berpaling… Di saat aku memandangmu…
Aku tetingat padamu… Padamu yg bgt lembut padaku Walaupn kau tk berani peluk diriku Di saat kau sedang bersamaku
Aku teringat padamu… Padamu..yg slalu tertawa lepas.. Hanya untuk mendengar celotehku… Walaupun tk berkelas..
Ya…. Aku ingat tentangmu… Yg dengan gemetaran kau raih tanganku… Di saat hati dn pikiranmu bertarung melawan ketakutan yg semu… Aku….ingat itu….
Kau tahu…. Aku menangis…terluka…merana..tp bibirku tersenyum… Cintamu…tak buat aku bahagia… Kagummu tk buat aku terlena… Kasihmu…tk bisa buat aku aman.. Kenapa….? Semua tahu menjawab…kenapa?….
Hanya sj….satu yg perlu kamu tau… Aku suka di saat bersamamu
Kerlinganmu terlalu lemah Aku tak bisa untuk menjamah..
Garis di dahimu terlalu mengernyit Dan …ku tak bisa untuk menebak… Kernyit di dahimu..terlalu merapat Ku tak kuasa tuk mendekat…
Aku terlalu takut untuk menyakitimu Aku terlalu takut untuk bertanya Aku terlalu takut..untuk buat kau terluka Aku takut buat kau kecewa Dan….terlalu takut..kau tinggalkan
Hanya diam.. Biarlah… Ku jamah bahasamu Biar kan beradu dlm pikiranku
Tertatih kaki merintih sakit Terkatup rapat mulut meratap Terpejam mata…menerawang penat dan gelap
Mana tubuh gagah nya Mana kaki kuatnya Mana tangan kekarnya Mana celoteh..kasarnya Mana mata bringasnya Ha ha ha Aku tertawa…tp hati menangis
Tuhan…tak diam Tuhan tak tuli Tapi Tuhan melhat Dan Tuhan perduli
Jangn pernah prasangka buruk tentang Nya Karna yg terjadi… Adalah…drama yg di sutradarai sendiri Jangan berkeluh menahan rasa Karna karma…adalah skenario…alur cerita…
Aku diam… Tak perlu…berceloteh tentangnya… Aku hanya coba…berkaca Aku diam untuk berkata… Karna Tuhan telah…merangkulnya.. Tapi …kalau ia peka
Melihat saja…dengan tutup telinga Usah bicara …dengan kata Cukup melihat…dengan makna Cukup terdiam dengan doa
Beribu-ribu pola tingkah berhamburan
Dari ruang ruang bilik kehidupan
Dingin,acuh tak acuh dalam bakti diri
Se dingin kabut di tengah malam sunyi
Pola tingkah umat hanyut dilanda keangkuhan diri
Emoh patuh mengabdi diri pada Ilahi
Senantiasa cuci diri hindari rasa resah nan kecewa
Hasrat berlari dari rasa keluh kesah
Dikolong langit seluruh ciptaan ilahi
Tak perlu pojokkan makhluq itu…
Setiap yang melata pasti berbagi kewajiban
Sang Pencipta lebih Maha bijaksana
Dan Maha Adil dalam segala
Berjuta juta pola tingkah mencibir nikmatNYA
Tanpa sadari diri penuh rasa congkak menjijikkan
Insan cuma bisa menuntut nyaman belaka
Namun emoh bersimpuh dan beryukur dalam sujud
Apakah demikian itu hakikat insan?
Nikmat mau,tapi enggan taat perintahNYA?
Sejatinya manusia tak di tunggangi hawa nafsu dalam hati
Sungguh semua makhluq cuma jalani tugas dan kewajiban
Kini pakar dan teknokrat peras otak dahsyat
Hanya sebatas rambu-rambu ikhtiar semata
Tak berhak berkuasa pasti
Seluruh alam semesta dalam genggaman taqdir ilahy
Angin bertiup mengitar hutan belantara, menegur pola tingkah insan
Takjub ,termangu merana…
Terhenyak dalam mimpi haqiqi
Tak kuasa melangkah tuk setitik solusi
Tanpa dorongan daya kekuatan kehendakNYA
Hanya pasrahkah?
Tidak,tidak mungkin cuma menyerah Wajiblah tercurah kepastian langkah
Pasrah tanpa ikhtiar,itu putus asa
Tak patut berputus asa bagi insan
Dibalik larut malam terdengar sayu sayup
Deburan gelombang ombak menderu
lantang
Laksana suara jeritan umat zaman kini
Jeritan lidah-lidah munafiq…
Buram dalam menempuh hidup
Rapuh rasa iman didalam jiwa
Tiada kendali perinsip pengukir hidup
Kemanapun angin bertiup disitu arah berpijak
Maklumlah jiwa munafiq
Kalaulah terjadi peristiwa nan dahsyat
Seluruh alam ribut,berdiskusi akbar
Bak sandiwara dipentas alam
Semua saling tuding menuding
Tak jelas awal dan akhir
Pola pikir berkiblat pada teknologi
super canggih
Seolah enggan takluk pada takdir
Dunia tercipta dalam takdir Ilahi
Bila kedatanganmu dihidupku Mengikuti egomu tuk menghancurkanku Ini hatiku Hancurkan ia sehancur hancurnya Lebih halus dari bedak ibumu Saudara perempuanmu Putrimu.. Tapi dengarlah Lihatlah.. Ingatlah.. Akan kupungut kembali hatiku Yang kau hancurkan Akan kubentuk hati Yang baru 💖untuk ku persembah kan pada yg hendak menjaga atapun yang datang tuk menghancurkan kembali💝 Ketahuilah semua yg datang sudah takdir dari NYA 🙏🕌👑🕋🙏 Tuk menjadikanku pantas kembali padanya ALLAHU RABBI 🙏💖🤲🕌👑🕋🤲💝🙏Pabhebheren Sampang, Jum’at, 13 Agustus 2020 20:59
Kami tidak tahu siapa dirimu Kami tidak pernah mengenalmu Kami tidak pernah bertemu denganmu Tapi kami tahu tentangmu Tapi kami tahu ceritamu Bagaimana Perjuanganmu Bagaiamana sepak terjangmu
Tusukan keris yang ditancapkan di dadamu Menjadi luka yang menyayat Mengalirnya darahmu di tanah pertiwi Menjadi saksi dukadukanya rakyat tersakiti
Kau Trunojoyo ku Engkau Pahlawanku Saksikan kami yang sekarang ada di dekatmu Dengan tangan terkepal menyerukan namamu Biarlah dunia tahu engkau adalah Pahlawanku
Darah kami mendidih Disaat kami paham tentangmu Kami rasakan perihnya tatkala kau di pesakitan Pangeran Trunojoyo kau adalah Pahlawan ku Terimakasih untuk Pangeran Trunojoyo Pahlawanku
Trunojoyo Beberapa abad Di tengah hiruk pikuk gila kekuasaan Lahirlah sang ksatria sejati Nila prawata Bergelar panembahan Maduratna Dialah Trunojoyo pendobrak penjajah bumi Indonesia Dunia tercengang Dunia mengenang… Trunojoyo ksatria pahlawan bangsa Mata dunia menyaksikan jiwa heroik Trunojoyo Tumpas ketidakadilan di bumi pertiwi Trunojoyo tak rela bumi indonesia di injak-injak oleh penjajah pengecut Berjuang demi bela kebenaran haqiqi
Wajah wajah iri dengki emoh melihat Trunojoyo berjaya Ujung keris raja mataram menghunjam dada Trunojoyo Darah…darah…darah pahlawan nan harum semerbak mengalir seantero negeri Trunojoyo pahlawan Nasional Trunojoyo pahlawan bangsa Trunojoyo pahlawan pembela ibu pertiwi Duhai ibu pertiwi … Usah ragu,bukalah hati nuranimu Trunojoya fakta dan nyata berjasa tuk bangsa Berjuang demi ibu pertiwi tercinta Wahai generasi muda panerus pejuang bangsa Tancapkan jiwa ksatria di dada Bangkitlah, lanjutkan perjuangan sampai titik darah penghabisan Trunojoyo pahalawan nasional dari Sampang Madura Bumi Pababaran Sampang Madura tempat kelahirannya Besinar bertaburkan cahaya perjuangan Demi bangsa dan negara Adil makmur dan sentosa Merdeka! Merdeka ! Merdeka!
Dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia di masa pandemi covid19 ini sangat dirasa sangat langka, virus corona yang akhir-akhir ini menyebar di seluruh dunia ini tidak membuat semua masyarakat takut, namun harus menjaga jarak dan tetap waspada, seperti kegiatan acara lomba yang dilakukan warga Takobuh Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang.
Kegiatan acara lomba Agustusan sudah seharusnya setiap tahun diadakan di desa maupun di Kota di seluruh Indonesia, namun hanya beberapa warga yang berani mengadakan dan menganggarkan kegiatan kemerdekaan ini sebagai bentuk ikut andil merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan lomba warga Takobuh sangat bervariasi, salah satu jenis lomba yang diadakan adalah memindah bendera merah putih, sebagai lomba yang dimulai perdana di hari Selasa tanggal 11 Agustus 2020 sesudah Isya’ mendapatkan banyak respon positif masyarakat RT sekitar dan RT sebelah, banyak yang ikut berpartisipasi ikut dalam menyemarakkan lomba kegiatan Agustusan ini, temasuk dari luar kampung Takobuh.
Tujuan kegiatan lomba ini seharusnya memberikan kesempatan kepada semua warga untuk bersatu padu dan bahu membahu demi untuk bisa sukseskan kegiatan yang diadakan, memberi pembelajaran gotong royong, sportifitas untuk bersaing memenangkan lomba.
Namun sangat disayangkan hasil lomba menurut salah satu warga yang berkomentar kurang ketat menerapkan aturan lomba, sehingga ada beberapa yang kurang pas bisa memenangkan lomba tersebut karena cara memegang bendera yang tidak sesuai aturan dan menyebabkan salah satu peserta dirugikan.
Bukan masalah hadiah yang didapatkan, namun lebih menjunjung nilai-nilai sportifitas lomba dan cara memenangkan dengan baik dan benar, hadiahnya pun tidak sebanding dengan nilai sportifitas peserta, harusnya prinsip yang dipegang adalah Menang dengan sportif, imbuh salah satu warga.
Kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat oleh banyak warga, selain sebagai hiburan dan tontonan orang-orang, warga sekitar juga bisa berjualan untuk menopang bisa mendapatkan penghasilan, roda perekonomian masyarakat otomatis sangat terbantu, warga yang berjualan merasa diuntungkan karena ada banyak warga dari tetangga kampung sebelah ikut serta menonton dan pastinya membeli sesuatu untuk menemaninya menonton hiburan lomba tersebut.
Entah sejak kapan munculmu Seantero pelosok negeri menyimak Geger tentang isumu Dibalik munculmu dibelahan dunia Cukup beralasan jika tak simpati Siapakah gerangan? Satu kata-CAROK! Seram,angker,sadis Lebih seram dari grandong Sekujur tubuh lunglai Degup jantung berdetak kencang Sempoyongan,kemudian tergeletak Carok! Seolah nyawa tak berarti Demi harga diri Bersemboyan Daripada putih mata lebih baik putih tulang Daripada hidup berlumur malu lebih baik mati berkalang tanah Suatu karakter atau tradisikah? Karakter dan tradisi menyatu padu Bak api tersiram bahan bakar Mereka muncul di ruang-ruang konflik Rentan emosi meledak Tiada sentuhan ajar moral agama Dalam agama tak suruh saling bunuh Hawa nafsu panas membara memberhangus akal normal Syetan iblis tercipta dari api Bakar hawa nafsu di lubuk hati Carok! Takkan selesaikan problema Bahkan sumber konflik abadi Dendam mendemdam membara Carok sungguh merugi Kalah menjadi abu,menang jadi arang Begitukah tuk bela harga diri? Memang tragis Darah merah murah Nyawa tiada arti Carok bisakah damai? Sesuatu yang tak mungkin terjadi di dunia, akan mungkin bisa terjadi Siramkan ajaran agama Tegakkan hukum yang adil Demi tercipta umat sadar Insan makhluq Allah termulya Punya rasa malu,malulah kepada Allah Punya rasa takut,takutlah kepada Allah Punya rasa rindu,rindulah kepada Allah Punya rasa cinta,cintalah kepada Allah Kalaulah terasa malu,takut serta cinta kepada Allah,tak kan berjiwa binatang Bahkan saling berkasih sayang Carok takkan terjadi lagi Ulama dan umarak serta masyarakat Bahu membahu tuk ciptakan damai Tuk menggapai hidup sejahtera Bahagia dunia dan akhirat kelak.
Apa yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan, semua telah ditulis dalam suratan takdir manusia, sebuah rahasia sang Pencipta yang tidak mungkin bisa diketahui oleh makhluknya, setiap pertemuan kita dengan seseorang seolah memberi pelajaran tentang hidup, saling berbagi dan selalu membuat manusia harus terus berpikir memaknai yang tersirat dari yang tersurat.
Ba Daiman orang memanggilnya, pengusaha muda yang dikenal dengan petis meskipun banyak jenis produk usahanya, menjadi rujukan UMKM Kabupaten Sampang karena terkenal dan dikenal pengusaha yang kreatif, pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai Enterpreneur muda.
Selain pengusaha Ba Daiman lebih dikenal sebagai tokoh muda yang memahami sejarah dan budaya warisan leluhur, mulai dari sejarahnya keluarga sendiri sampai berhubungan dengan sejarah tanah Madura dan Jawa, selain itu ia dikenal mempunyai banyak kitab kuno dan barang antik lainnya, seperti serad, keris, tombak, pedang dan alat musik kuno logam.
Sebagai orang yang memahami sejarah dan budaya, ia sering menjadi rujukan di Disporabudpar bidang kebudayaan, namun ia sempat trauma karena waktu itu hanya dimanfaatkan oleh orang Dinas untuk mengambil keuntungan pribadinya, mungkin yang baru datang beberapa waktu menggantikan pejabat yang terdahulu bisa menjadi lebih baik menjalankan tugas negara.
Ba Daiman akan melakukan apapun untuk kepentingan masyarakat Sampang, salah satunya adalah melestarikan sejarah dan budaya Sampang yang hampir punah dan tidak tempat situs purbakala, mungkin karena ketidaktahuan masyarakat pada umumnya dan para pejabat daerah situs Madegan kurang mendapatkan perhatian, padahal situs kerajaan Madegan ini adalah situs kota tua satu-satunya yang ada di Kabupaten Sampang, konon situs Madegan ini saat ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi.
Satu-satunya sekarang yang ada menyisakan peninggalan sejarah warisan leluhur Kabupaten Sampang yang ada di Pababaran Trunojoyo, tempat kelahiran Pangeran Trunojoyo, tempat ari-ari Pangeran Trunojoyo dikuburkan sekaligus Dhalem (Rumah)Pangeran Trunojoyo menjadi bukti otentik yang mengandung nilai sejarah, namun sangat disayangkan tempat ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak Pemerintah Daerah, untuk itu jangan biarkan peninggalan ini juga dikuasai oleh pihak luar Sampang.
Ba Daiman sebagai pelopor yang memproklamirkan dan menisiasi masyarakat Indonesia melalui Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo untuk bisa melestarikan situs budaya yang mengandung nilai sejarah, karena nilai sejarah itu mahal, ia pernah bercerita ingin menukar sepeda motor miliknya dengan kepunyaan salah satu Kiai yang punya warisan tombak dari ayahnya, namun ia tidak mau, orang tersebut menjawab dengan lugas bahwa nilai historis daritombak itu tiada tandingan dan bandingannya, saya tidak tidak bisa menukar dengan apapun ucapnya, begitulah nilai-nilai sejarah dan leluhur kita, sangat mahal dan tidak ada tandingan dan bandingannya.
Perjuangan Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo masih sangat panjang untuk memberi pencerahan dan menyadarkan masyarakat agar sadar dengan identitas diri warisan leluhur sebagai jati diri sebuah bangsa, banyak tokoh idola leluhur kita yang bisa kita jadikan panutan, kita kaya dengan sejarah dan budaya, tidak perlu meniru budaya asing, karena di Nusantara ini adalah pusat peradaban dunia.
Dimulai dari lembaga atau komunitas Seni budaya di Sampang yang harus disatukan dalam satu wadah, mereka mempunyai ciri khas sendiri dengan segala kelebihannya, perlu sinkronisasi dan kerjasama dari semua pihak, masyarakat harus disadarkan bahwa sejarah sangat berharga, mari kita satukan visi misi ini dan berikan pencerahan terhadap masyarakat luas agar Sadar Sejarah dan Budaya sembari melestarikan situs sejarah yang ada di sekitar sebagai bentuk penghargaan dan jati diri bangsa, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.