MTD Gelar Rapat Persiapan Kirab Budaya Ter-ater Tajhin Sappar

Rapat MTD Trunojoyo dan
Pemkab Sampang

Sampang – Menjelang pelaksanaan kirab budaya dalam rangka Ter-ater tajhin sappar, yang akan selenggarakan oleh madura tempoe doeloe (MTD) Kabupaten Sampang pada, selasa, 22 September 2020. Jumat, (18/9), panitia ter-ater tajhin sappar MTD menggelar rapat persiapan pelaksanaan, di pendopo trunojoyo Sampang.

Dalam acara rapat persiapan tersebut, MTD di sambut hangat oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Kabag Umum Fadeli, Kabag Rumah Tangga (RT) Pendopo Trunojoyo, dan Kabag Protokoler Pemkab Sampang, Agus Trihatono.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Umum Pemkab Sampang, Fadeli memimpin acara rapat persiapan. Menurutnya, acara Ter ater Tajhin sappar merupakan acara yang cukup sakral untuk dilaksanakan, sehingga Bupati Sampang sangat mengapresiasi acara tersebut.

Dikatakannya, dalam acara tersebut perlu disiapkan dengan sangat matang, sehingga apa saja yang dibutuhkan perlu dipersiapkan.

“Pelaksanaan sudah tinggal beberapa hari lagi, jadi saat ini harus dimantapkan, senin (21/8 red) hanya tinggal gladi bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia pelaksana kegiatan, Bagus Sulton mengatakan, pihaknya sudah ngonsep susunan acara, konsep itu merupakan sebuah flasback tentang budaya lokal.

“Rapat ini untuk mensinergi konsep kami dari MTD dengan pemkab sampang, mengingat perlu banyak hal yang perlu dipersiapkan,” katanya.

Dijelaskannya, acara ini juga merupakan sebuah langkah untuk mendokan pangeran trunojoyo sebagai pahlawan nasional dapat segera terwujud.

“Selain itu juga mendoakan agar wisi dan misi Bupati dan wakil bupati Sampang untuk menjadikan Sampang hebat bermartabat terwujud,” harapnya. (RIF)

Beda Persepsi, MTD akan datangkan Pakar Sejarah

Pebabaran, Salah Satu Situs Peninggalan Sejarah Pangeran Trunojoyo, Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang

Sampang – Banyaknya situs sejarah di kabupaten Sampang yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sampang, menimbulkan banyaknya versi tentang sejarah yang ada.

Salah satunya, tentang sejarah asal usul pangeran trunojoyo, Raden Qobul hingga Pangeran Mangkumi, Situs Putri Nanti atau yang lebih dikenal Batu Kucing dan Raden Aryo Wiryo Diningrat hingga situs-situ sejarah lainnya di Kabupaten Sampang.

Ketua madura tempoe doeloe (MTD) Sampang Raden Ahmad Fauzan alias Gus Fauzan mengatakan, banyaknya situs sejarah beserta budayanya sudah banyak yang terkikis oleh waktu. Hal itu lantaran kurang perhatian pemerintah daerah selama ini khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam ikut serta melestarikannya.

Selain itu, OPD terkait juga dinilai kurang maksimal dalam menjaga situs-situs sejarah beserta budaya yang ada, hal itu terbukti dengan banyaknya situs yang mengalami banyak perubahan, akibat dampak pengembangan dan perbaikan situs-situs tersebut.

“Selama ini banyak situs yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat, sehingga dengan ketidakpahaman masyarakat dan pemerintah dalam menjaga situs setempat agar tetap utuh yang memperkuat budayanya sehingga banyak mengalami perubahan, dan ini sangat disayangkan,” katanya.

Fauzan berharap, situs yang masih ada agar tetap dijaga dan dilestarikan budayanya. Seperti situs makam ratu ibu di kelurahan polagan sampang.

“Nah selama ini pemerintah hanya terfokus disitus ratu ibu dan makam Buyut Napo kecamatan omben yang masih kuat budayanya,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bagus Sulton Wakil ketua MTD Sampang, menurutnya banyak perubahan situs sejarah yang meninggalkan cagar budaya aslinya, salah satunya di tempat pertapaan Raden Qobul atau yang lebih dikenal buyut aji gunung.

“Yang saya tahu dulu ditempat pertapaan Raden Qobul itu memiliki kedalaman setinggi dada orang dewasa, tapi saat ini sdah hanya sekitar 30 cm saja,” katanya.

Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat dan pemerintah dalam mengenal silsilah tentang sejarah.

“Selama ini banyak peziarah ke Sampang langsung menuju buyut batu ampar atau buyut napo. Harusnya, sebelum peziarah kesana harus melakukan ziarah terlebih dahulu ke buyut aji gunung atau raden qobul, setelah itu baru ke napo, batu ampar dan buyut prajjan,” tandasnya.

Dalam hal ini perlu adanya persamaan persepsi, sehingga silsilah situs sejarah religi di kabupaten sampang bisa dipatenkan.

“Sulit memang, Karena persepsi itu sudah berjalan turun temurun, tapi tidak ada salahnya dicoba dengan keterbatasan referensi tertulis, di Disparpora tidak ada yang kuat sejarahnya. Kedepan kita akan adakan seminar bedah sejarah di Kabupaten Sampang, dengan mendatangkan para ahli atau para pakar sejarah,” Pungkasnya. (RIF)

MTD Gelar Rapat Persiapan Ter Ater Tajin Sappar

Pebabaran Trunojoyo Sampang

Sampang – Dalam rangka memperingati Bullan Sappar, madoera tempoe doeloe (MTD) Sampang laksanakan rapat persiapan kegiatan “Ter Ater Tajin Sappar” atau bubur sappar yang merupakan salah satu budaya atau tradisi di madura.

Ketua Panitia pelakana Ter Ater Tajin Sappar Handoko mengatakan, acara rapat ini dilaksanakan untuk mempersiapkan kegiatan Ter Ater Tajin Sappar yang akan dilaksanakan pada 19 september hingga 7 oktober.

” Pertemuan kali ini kami membahas roundown acara, dan penetapan kepanitiaan, kami berharap kegiatan ini bisa terlaksana dengan sukses,”harapnya.

bagus sulton mengtakan, sebetulnya kegiatan ini sangat sederhana, kegiatannya hanya membuat tajin sappar, berlanjut ter ater kepada warga dan kepada pemkab sampang, dalam ter ater ini kami juga melibatkan iringan andong untuk mengiringi sesi ter ater ini.

“Namun kegiatan ini bukan ter ater biasa, kegkatan ini merupakan untuk melestarikan budaya ter ater, sebagaimana pada jaman tempo dulu.

” Kegiatan ini merupakan sebagai salah satu bentuk mengingat kembali adanya budaya di madura,”ucapnya. (RIF)

Dzikir Bersama dan Kunjungan Ke Wisata Arsip Daerah oleh Nyi Ageng Trunojoyo Sampang

Nyi Ageng Trunojoyo Sampang

Menjadi manfaat bagi masyarakat sekitar adalah tujuan mulia, dimulai dari internal MTD Trunojoyo sendiri yang notabene adalah pelopor pecinta sejarah dan budaya, meruntut ke Nyi Ageng dibawah koordinasi dan komando MTD Trunojoyo.

Seperti kegiatan yang dilakukan oleh Nyi Ageng yakni Dzikir bersama di Pebabaran Trunojoyo, menyiratkan kegiatan MTD punya kualitas dan kapasitas yang mumpuni agar bisa menjaga eksistensi membantu organisasi MTD Trunojoyo melestarikan sejarah dan budaya.

Dilanjutkan di pagi hari ini kunjungan ke Arsip Daerah untuk mencari literasi sejarah dan budaya, upgrading ini perlu untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman sejarah dan budaya utamanya adalah di Kabupaten Sampang.

Kegiatan ini merupakan kegiatan di masa pandemi, tentunya harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, salah satunya adalah menggunakan masker.

Sebuah rangkaian kegiatan yang tiada habisnya dimana kegiatan Nyi Ageng Trunojoyo selalu eksis dengan kecantikan mempesona yang terpancar dari dalam dirinya, membuat siapa yang melirik selalu tertarik, apalagi dipandang akan membuat seseorang tergoda untuk mengenal lebih jauh.

Agenda Nyi Ageng selanjutnya ditunggu oleh banyak kalangan masyarakat Sampang, kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat akan berdampak kembali kepada diri masing-masing, kembali kepada niatnya, karena kehidupan ini tidak lepas dari hukum causalitas atau hukum sebab akibat, sukses dan jayalah Nyi Ageng Trunojoyo.

Nyi Ageng Trunojoyo eksis Go Internasional

Mr. Wiliam dan Nyi Ageng Trunojoyo

Dibawah naungan MTD Trunojoyo Sampang, Nyi Ageng Trunojoyo kini mulai banyak dilirik oleh publik, dimana peran Nyi Ageng mulai central membantu organisasi berbasis sejarah dan budaya ini untuk terus bersosialisasi ke seluruh masyarakat agar peduli sejarah dan budaya.

Salah satu cara melestarikan budaya adalah kuliner khas Sampang yang hampir tidak banyak diminati oleh generasi milineal dan juga jarang orang bisa membuat makanan tersebut, seperti kemarin kedatangan Turis asal Belanda Nyi Ageng Trunojoyo menyajikan sangat spesial khas makanan Sampang yang ternyata sangat disukai oleh Mr. Wiliam turis asal Belanda tersebut.

Peran Nyi Ageng Trunojoyo kini membuktikan sangat menarik perhatian banyak pihak, terutama Turis asal Belanda yang didampingi oleh asistennya Bu Ina dan beberapa orang lainnya dari Malang, salah satunya Desy yang menjadi Guide Mr. Wiliam asal kota Malang yang juga berkecimpung dan peduli sejarah dan budaya.

Ke depannya Nyi Ageng Trunojoyo akan banyak berkarya dengan melestarikan dan membudayakan musik, kuliner, pakaian dan banyak lainnya, dan mungkin akan ke arah film pendek tentang sejarah dan juga budaya.

Kini Nyi Ageng Trunojoyo semakin menarik perhatian dan semakin seksi di mata publik dengan karya-karya yang sudah terbukti, salah satunya adalah karya puisi yang sudah disajikan dan mengikuti lomba tingkat nasional, untuk itu butuh dukungan semua pihak untuk terus bisa berperan membantu eksistensi Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo Sampang.

Touris Belanda Dukung Pangeran Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional

Caption : Touris dari Belanda Saat melakukan Kunjungan di Pebabaran, Tempat Kelahiran Pangeran Trunojoyo. Selasa, (8/9). (RIF/MI).

MTD_Sampang – Setelah melakukan kunjungan ke beberapa daerah di madura, William Vroegop bersama dengan yayasan Suvono, Jalan Siwalan II, Kota Malang, Jawa Timur lakukan kunjungan ke Pebabaran, Jalan Pahlawan, Kulurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Madura, Jawa Timur, yang merupakan tanah kelahiran pangeran Trunojoyo.

Dalam kunjungannya, William dan rombongan disambut hangat oleh pengurus madura tempo doloe (MTD) Sampang dengan berbagai hidangan khas madura dan diskripsi singkat tentang perjuangan dan kepahlawanan pangeran trunojoyo yang dipaparkan oleh wakil ketua MTD Sampang H. Daiman.

Ketua MTD Sampang, Raden Ahmad Fauzan didampingin para wakilnya, Bagus Sulton dan H. Daiman mengatakan, dengan adanya kunjungan turis dari belanda tersebut MTD berharap pebabaran menjadi salah satu tempat wisata religi yang bisa mengenalkan tentang sejarah-sejarah yang ada di Kabupaten Sampang.

Selain itu, MTD berharap Pemerintah Pusat bisa segera meresmikan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, karena pangeran Trunojoyo adalah pejuang, bukan pemberontak. Jadi harus kita kuatkan budaya dan sejarahnya kalau Pangeran Trunojoyo bukan pemberontak.

“Semoga pangeran trunojoyo bisa segera di resmikan sebagai pangeran trunojoyo,” harapnya.

Sementara itu, William Vroegrop mengatakan, kunjungannya ke pebabaran merupakan salah satu bentuk atas kepeduliannya terhadap budaya dan sejarah yang ada dimadura, dirinya mengaku sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah di pulau Madura.

“Saya senang, karena masyarakat madura ternyata baik dan ramah, disini kami disambut dengan banyak hidangan madura, Semoga pangeran Trunojoyo segera dijadikan sebagai pahlawan Nasional,” ucapnya.

Madura merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi untuk wisata bagi para turis, kami sudah banyak melihat obyek yang cukup menarik di pulau madura khususnya Sampang, namun kami melihat madura masih dianak tirikan oleh pariwisata sehingga pariwisata masih selalu terfokus pada bali, candi burobudur dan lainnya.

Dimadura sampai saat ini masih belum memiliki paket tour and travel untuk bisa melihat objek wisata di pulau Madura, untuk itu kami akan membuat paket tour and travel bagi para turis agar bisa melihat wisata yang ada di Madura.

“Satu paket satu minggu, jadi selama satu minggu kita harus bisa menyediakan tempat penginapan, dan kebutuhan mereka untuk berwisata bagi para turis, mulai dari ujung barat sampai ujung timur,” katanya.

Dikatakannya, dirinya sering melihat beberapa pusaka asal madura yang sudah banyak dimiliki oleh warga belanda, termasuk juga seni dan budaya madura yang cukup diminati oleh warga belanda.

“Ada dibeberapa rumah dibelanda yang sudah memiliki pusaka-pusaka asal madura, berarti warga belanda sudah banyak yang berminat terhadap seni, budaya dan pusaka asal madura, dan hal ini perlu kita tingkatkan,” pintanya.

Dari paket travel ini, nanti kita akan perkenalkan kepada wisatawan tentang apa saja yang ada di Madura, mulai dari wisata alamnya, seni dan budaya, kerajinan tangannya yang selama ini kurang cukup dikenal oleh warga asing.

“Dan saya sudah membuktikan kalau di Madura cukup bagus dan layak dijadikan tempat wisata dengan warganya yang sangat ramah dalam menyambut wisatawan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam kunjungan, William beserta rombongan mendapat banyak hadiah dari MTD Sampang, Salah satunya Odeng madura buatan Wakil Ketua MTD Sampang H. Daiman, dan buku berjudul Mawar Biru, karya tulis Bapak Bukhori Asal Warga Pasien, Desa Pasean, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, tentang kisah cinta dan budaya. (RIF)

Mengenal Budaya, SMKN 1 Sampang Kunjungi Pebabaran Trunojoyo

Siswa SMKN 1 Sampang di Pebabaran Trunojoyo Sampang

Ingin mengenal budaya madura khususnya Kabupaten Sampang beserta kearofan lokalnya, Siswa SMKN 1 Sampang melakukan kunjungan ke Pebabaran, Jalan Pahlawan Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang untuk lakukan ngaji Budaya. Minggu (6/9).

Dalam kunjungannya, para siswa SMKN 1 Sampang di pebabaran ingin mengenal dan mengetahui tentang sejarah lokal dari tanah kelahiran Raden Trunojoyo, dan disambut oleh Handoko, budayawan madura tempoe doloe (MTD) sebagai nara sumber untuk memperkenalkan sejarah pangeran trunojoyo kepada para siswa SMKN 1 Sampang.

“Alhamdulillah masih banyak para pemuda dan anak-anak kita yang masih peduli terhadap budaya, dari sini kami berharap kedepannya mereka bisa menjadi generasi penerus kita yang terus mampu melestarikan budaya-budaya madura khsususnya di Kabupaten Sampang,” kata handoko disela-sela kunjungan siswa SMKN 1 Sampang di Pebabaran.

Menurutnya, dari pebabaran inilah MTD akan terus memperkenalkan budaya beserta kearifan lokalnya kepada masyarakat Sampang khusunya kepada para pelajar, mengingat saat ini banyak pemuda-pemuda dan anak-anak kita yang sudah mulai terhanyut dalam kemajuan teknologi, sehingga melupakan budaya yang harusnya kita jaga dan kita lestarikan.

“Banyak sejarah yang harus mereka ketahui di Kabupaten Sampang ini, karena banyak situs-situs bersejarah yang ada di Sampang yang harus selalu kita lestarikan, kalau kita tidak mengenal sejarahnya lalu bagaimana kita dapat melestarikannya, nah dari sinilah MTD akan memperkanalkan tentang sejarah-sejarah yang ada di kabupaten sampang agar bisa kita jaga dan kita lestarikan bersama,”harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh H. Daiman Wakil Ketua MTD, menurutnya, MTD akan terus memberikan pengetahuan tentang sejarah dan budaya lokal yang ada di kabupaten Sampang.

Kita punya banyak amunisi untuk pembelajaran budaya kalau bukan sekarang kapan lagi, jdi titik beratkan pada seluruh lembaga pendidikan yakni, TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan para santri yang ada di Pondok pesantren. Kami siap dengan amunisi MTD ,lembaga seni budaya muslim indonesia (LESBUMI) dan lain-lain,”pungkasnya.

Kebijakan Pemerintah dibutuhkan untuk membuat program yg lain dari pada yang lain, tujuannya tetep untuk kemajuan sampang kedepan,

“Kita harus malu sebagai putra daerah tapi tidak memiliki gebrakan untuk membantu Pemerintah dalam menguatkan budaya dengan cara kitamasing-masing,” ucapanya.

Dikatakannya, Kabupaten Sampang memiliki karakter berbeda dengan Kabupaten Lainnya, terutama berkaitan dengan budaya MTD bisa jadi garda terdepan dengan membuka rumah pebabaran trunojoyo (RPT),

“Kelebihan sejarah sampang yang kita miliki adalah, 1, Kerajaan pertama madura atau kerajayaan madura, 2.Sejarah pangeran Trunojoyo, 3.situs peninggalan pangeran Trunojoyo, dan banyak situs-situs sejarah lainnya yang masih kita miliki. Belum ceritanya raga padmi bangsa cara yg harus di film kan dan legenda Raden segoro dan sejarah-sejarah atau legenda lainnya, pokoknya sampang Luar biasa,”tandasnya. (RIF)

MTD, Gelar Selametan Tajin Sorah

MTD Trunojoyo di Pababaran Trunojoyo

Dalam perayaan tersebut MTD mengundang seluruh anggota MTD Kabupaten Sampang sebagai ajang silaturrahmi sekaligus menggelar doa-doa agar pangeran trunojoyo segera di resmikan sebagai pahlawan nasional.

Dalam perayaan Tajin Sorah, srikandi MTD membuat dan menyajikan berbagai macam Tajin Sorah dengan berbagai hiasan daging, sayur dan bawang untuk mempercantik tampilan bubur yang kemudian disantap bersama-sama sebagai hidangan dan sesajen kepada Raden Trunojoyo dengan cara meletakkan sepiring Tajin Sorah di area tali pusar pangeran trunojoyo.

Selain itu, dalam perayaan tajin sorah MTD melakukan doa bersama-sama agar Kabupaten Sampang dijauhkan dari mara bahaya, khususnya Pandemi Covid-19 yang mana kabupaten sampang saat ini mulai memasuki zona kuning.

“Acara doa bersama yg digelar MTD Trunojoyo secara sederhana, bertujuan untuk memohon keridhoan Allah SWT, agar Sampang dijauhi dari marabahaya, bencana alam, wabah penyakit, serta pangeran Trunojoyo segera ditetapkan sebagai pahlawan Nasional,” tutur ketua MTD, Sampang Raden Ahmad Fauzan didampingi Wakil Ketua MTD Sampang Bagus Sulton dan H. Daiman.

Seelain dimakan bersama-sama, tajin sorah juga dibagi-bagikan kepada warga sekitar pebabaran, supaya warga sekitar juga mendapat keberkahan dari Allah dengan dikabulkannya doa-doa kami.

Dikatakannya, acara ini juga digelar untuk mendoakan Bapak Bupati Sampang beserta Wakilnya dapat mewujudkan Kabupaten Sampang sebagai kabupaten yang hebat dan bermartabat.

“Semoga Pangeran trunojoyo segera jadi pahlawan nasional, dan Sampang dijauhkan dari mara bahaya dan bencana, serta Sampang hebat bermartabat juga terwujud,” tegasnya. (RIF)

MTD Trunojoyo disebut khusus oleh Bupati Sampang disela memberikan sambutan di acara Ngaji Budaya

Kapolres, Bupati, Wabub Sampang

Kedatangan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Sampang di acara Ngaji Budaya yang diadakan PC Ansor Sampang membuat Komunitas Perkumpulan Adat Madoera Tempo Doeloe merasa dianaktirikan, bagaimana tidak berpikir seperti itu, jika ada kegiatan yang diadakan MTD Trunojoyo Sampang bapak Bupati tidak pernah hadir.

Disela kesibukan Bapak Bupati Sampang yang sangat padat dengan agenda sehari-hari sepertinya sulit untuk menghadiri kegiatan yang diadakan oleh komunitas lainnya, kecuali komunitas atau organisasi besar yang mempunyai dampak luar biasa, tidak bisa dipungkiri jika kehadiran bapak Bupati Sampang yang ditunggu ditengah-tengah kegiatan organisasi MTD Trunojoyo Sampang tidak bisa ikut andil bisa hadir memberikan sambutan dan membuka acara, karena selain kesibukannya mungkin MTD masih dianggap organisasi baru.

Tidak menutup kemungkinan kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sampang dalam suatu acara akan memberikan warna dan aura yang berbeda, dibuktikan dengan adanya Bupati yang hadir di acara Ngaji Budaya suasana semakin ramai dan meriah, apalagi bapak Bupati Sampang yakni Bapak H. Slamet Junaidi memberikan kesan yang bisa membuat semua orang tertawa riuh dengan canda tawanya.

Para ketua dan anggota MTD Trunojoyo Sampang yang hadir dalam acara Ngaji Budaya ikut serta menonton dengan khidmat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sampang menjadi anggota kehormatan Banser, bahkan MTD Trunojoyo disebut khusus oleh Bapak Bupati Sampang sebagai organisasi yang peduli sejarah dan budaya di sela memberikan sambutan dan membuka acara tersebut.

Untuk agenda ke depannya MTD Trunojoyo Sampang sepertinya harus membuat acara besar, agar bapak Bupati dan Wakil bupati Sampang bisa hadir memberikan sambutan dan membuka acara ceremonial di acara tersebut, dan mungkin dengan acara Pameran yang diselingi acara lainnya bisa menarik perhatian orang nomor satu dan dua untuk bisa hadir berbarengan memberikan sambutan dan membuka acara.

Nyi Ageng Beraksi dengan Budaya Ter Ater Tajhin Sorah

Nyi Ageng dan Ki Ageng Trunojoyo

Budaya yang hampir hilang kini mulai dilakukan kembali oleh MTD Trunojoyo Sampang, dimana budaya saling antar atau dikenal Ter Ater ke tetangga juga kolega menjadi budaya yang biasa dilakukan kita terdahulu agar bisa tercipta kerukunan antar umat beragama dan juga tetangga atau kolega.

Diawali oleh Nyi Ageng Trunojoyo membuat Tajhin Sorah atau Bubur di bulan Syuro menginspirasi kita semua masyarakat Sampang agar bisa menghidupkan kembali budaya Ter Ater, selain berbagi hasil masakan juga menyambung erat tali silaturahim dengan kolega dan tetangga sekitar.

Budaya Ter Ater adalah budaya sosial masyarakat Jawa dan Madura pada umumnya yang dilakukan pada moment tertentu, selain menyambung tali silaturahim kepada masyarakat luas budaya ini bisa menjadi niat luhur kita mudah tercapai atau bisa lebih dekat, karena ini adalah salah satu bentuk sedekah slametan, semakin banyak orang yang mendoakan semakin dekat pula kita dengan tercapainya keinginan kita.

Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Nyi Ageng Trunojoyo merupakan bentuk pakem yang sudah sering dilakukan oleh para pendahulu kita, di jaman ini sangat tidak biasa lagi budaya Ter Ater karena mungkin perkembangan teknologi sehingga melestarikan budaya dianggap suatu hal yang langka bagi sebagian besar orang, hingga kita kadang jauh dari nilai-nilai budaya leluhur.

Ditinjau dari filosofis budaya Ter Ater ini merupakan sebuah bentuk budaya yang sangat dalam maknanya, dari niat saja merupakan keinginan luhur, setelah itu membuat masakan yang dalam bulan ini menunya adalah Tajhin Sorah (bubur) di bukan syuro yang akan diberikan merupakan bentuk sedekah, dan sebelum itu didoakan agar masakan itu menjadi berkah dan barokah bagi yang menikmati hidangan, dan selanjutnya menyambung tali silaturahim dalam kehidupan sosial dimulai tetangga, kolega dan mungkin teman sejawat lainnya, semua mempunyai makna filosofis didalamnya dan akan kembali pada orangnya.

Untuk itu kegiatan ke depannya bisa dilakukan budaya ini yakni Ter Ater di setiap moment istimewa utamanya moment bulan yang dianggap kramat atau suci oleh umat beragama Islam, selain slametan mendoakan untuk para leluhur kita dan kepemimpinan Sampang ke depannya, juga bermanfaat bagi kita semua.