Jodoh akan menemukan jalannya sendiri

Ilustrasi

Manusia hanya bisa berusaha dan berencana dan pada akhirnya adalah Tuhan yang menentukan, itulah pepatah yang sering kita dengar ketika keinginan kita tidak sampai, utamanya urusan cinta dan jodoh.

Problema dalam kehidupan cinta memang cukup pelik dan unik, semua tidak lepas dari yang namanya harta tahta wanita/pria, seolah ketiga hal itu saling berkesinambungan satu sama lain, tidak bisa kita lepas yang satu terus mengambil yang lainnya, ia berjalan beriringan dengan segala permasalahannya.

Mungkin bagi kita yang mempunyai pasangan hari ini bisa saja mengklaim atau beranggapan itu adalah yang terbaik bagi kita dengan segala kebaikan dan kesempurnaannya pasangan kita hari ini, namun beda sekarang beda nantinya dimana kita akan dihadapkan pada permasalahan yang membuat kita berpikir ulang, semua berubah seiring dengan waktu dan permasalahannya yang terjadi, begitulah rasa itu yang terus berubah dan terus akan berubah.

Tuhan lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan kita daripada keinginan kita, Konon orang baik akan dipertemukan dengan orang baik, Tuhan sudah menentukan takdir manusia sesuai porsi dan kebutuhan yang didapatkan oleh manusia meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita.

Jodoh sampai saat ini adalah misteri ilahi, tidak ada yang tahu siapa jodoh kita nantinya, bisa saja hari kita mencintainya, namun suatu saat belum tentu jodoh kita, yang mengalami pasti akan meratapi seolah Tuhan itu tidak adil, karena sikap emosional manusia yang tidak ingin kehilangan seseorang yang dicintainya.

Terlepas permasalahan itu semua sudah suratan takdir manusia yang harus melewati tantangan dan rintangan untuk membentuk mental karakter yang lebih baik menerima segala perbedaan melampaui dualitas kehidupan.Kita tidak tahu jodoh kita nantinya, namun percaya dan yakinlah dengan semua takdir Tuhan, semua atas kehendakNya, Manusia hanya berdoa dan berusaha, setelah semua itu kita lakukan, pasrahkanlah kepada kehendak Ilahi.

Tim Terpadu Pembinaan Organisasi Kab. Sampang mengunjungi Pebabaran Trunojoyo

Pebabaran Trunojoyo

Baru kali ini Pebabaran Trunojoyo kedatangan tamu dinas Pemkab Sampang secara resmi, kedatangan tim Terpadu pada hari rabu tanggal 7 Oktober 2020 tepat di siang hari ini adalah sebagai bentuk silaturahmi terhadap organisasi kemasyarakatan yang ada di seluruh Kabupaten, selain silaturahmi dan sebagai Mitra Pemerintah, MTD Trunojoyo juga ditanyakan kelengkapan arsip administratif akte notaris, SK Menkumham dan juga SKT, tidak lupa struktur dan AD/ART organisasi.

Menindaklanjuti banyaknya organisasi masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak jelas atau abal-abal, tim Terpadu harus turun sendiri mengecek dan menyeleksi organisasi mana yang layak dan tidak layak secara administratif, apakah organisasi itu bisa bergerak sesuai visi dan misi dan AD/ART yang tertulis di dokumen.

Yang banyak terjadi saat ini adalah penyalahgunaan wewenang oknum organisasi kemasyarakatan, masyarakat pada umumnya tidak bisa membedakan mana LSM dan wartawan, muncul intimidasi terhadap proyek yang digunakan oleh mitra perusahaan Pemerintah ataupun swa kelola Sekolah, mereka meminta jatah uang pelicin agar proyek yang dikerjakan bisa lancar terkendali, jika tidak bisa untuk bekerjasama dengan baik, maka oknum tersebut menjelma sebagai wartawan yang siap untuk memberitakan di media, ujar salah satu tim Terpadu mengungkapkan.

Oknum tersebut lebih dari petugas yang seharusnya menangani hal itu, di utara banyak ditemukan kasus dan modus seperti itu, LSM yang tidak lengkap secara administratif sekitar 50, kedatangan kami ke Pebabaran Trunojoyo Sampang ini adalah membina agar bisa mengikuti aturan sesuai perundang-undangan Ormas, imbuhnya.

Suasana semakin akrab diselingi canda tawa karena ada sesi tanya jawab terkait bahan pembicaraan yang humoris, terkait kelengkapan adminstratif organisasi kemasyarakatan MTD Trunojoyo Sampang, Bapak Bagus sebagai wakil ketua MTD Trunojoyo menyodorkan struktur organisasi MTD dan kelengkapan lainnya, dan dari tim Terpadu menyarankan agar membenahi acara yang sudah dilakukan agar lebih baik lagi.

Dan sebagai penutup tim Terpadu Pemkab Sampang memberikan pantun sebagai tanda perpisahan dalam acara, dan dibalas kembali oleh anggota MTD Trunojoyo, hingga harus diakhiri foto bersama sebagai dokumentasi dan laporan pertanggungjawaban.

Tim Terpadu Kabupaten Sampang memberikan pembinaan ke MTD Trunojoyo di Pebabaran Trunojoyo Sampang

Pembinaan Tim Terpadu
ke MTD Trunojoyo Sampang

Kunjungan tim terpadu gabungan Polres, Kodim, Kejaksaan, Bakesbangpol dan juga Kemenag Kabupaten Sampang ke Pebabaran Trunojoyo pada hari rabu jam 12.00 WIB memberikan pembinaan kepada pengurus dan anggota perkumpulan Adat Madoera Tempo Doeloe yang disingkat MTD Trunojoyo terkait administrasi kelengkapan sebuah organisasi kemasyarakatan.

Banyak hal yang disampaikan terkait pembinaan, dari struktur pengurus dan anggota dan juga program kerja yang sudah terrealisasikan, meskipun dibilang baru MTD Trunojoyo sangat mempesona dan menarik perhatian publik, utamanya Kabupaten Sampang karena programnya banyak mengangkat budaya lokal yang selama ini sudah banyak dilupakan oleh masyarakat.

Disela-sela acara terjadi interaksi tanya jawab antar tim gabungan dan anggota MTD Trunojoyo terkait masalah program yang akan dilaksanakan dan sudah dilaksanakan, banyak kritik dan saran yang harus dibenahi oleh MTD Trunojoyo terkait program yang akan dilakukan nantinya.

Menutup pertemuan tersebut beberapa dari tim terpadu dan anggota MTD Trunojoyo saling berbalas pantun dan sesi terakhir foto bareng untuk bisa mendapatkan dokumentasi bersama sebagai bentuk laporan.

Realisasi Museum Sampang yang Representatif menjadi kebutuhan dasar dan mendesak, lokasi strategis Selatan Monumen Sampang (milik Pemda Sampang)

Monumen Trunojoyo Sampang

Museum menjadi kebutuhan dasar bagi setiap daerah sebagai identitas jati diri dan ciri khas setiap daerah utamanya di Kabupaten Sampang, Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dengan keberadaan Museum di Kabupaten Sampang, selain meyimpan benda bersejarah peninggalan leluhur, bisa juga dimanfaatkan untuk wisata edukasi kunjungan wisatawan maupun tempat belajar anak milineal.

Apa pentingnya belajar sejarah bagi generasi saat ini?, pertanyaan itu dijawab dengan pertanyaan balik oleh salah satu Tim Ahli Cagar Budaya dari Trowulan yakni Bapak Hariri, bagaimana jika anda saat ini tidak tahu siapa orang tua anda?, apa yang anda rasakan? seperti itulah rasanya ketika kita tidak tahu sejarah orang tua kita, nestapa dan lain sebagainya, dialog santai itu berlangsung sangat singkat namun banyak memberikan cukup informasi tentang pentingnya belajar sejarah dan melestarikan peninggalannya, agar kita tahu siapa jati diri kita ini.

Perbincangan itu melahirkan banyak rencana yang harus diusulkan kepada Pemerintah Daerah Sampang, dari bangunan sejarah benda sejarah, dan tidak kalah pentingnya adalah Museum dengan nama Trunojoyo, sebuah ide cemerlang dari para ketua MTD Trunojoyo Haji Daiman dan Bapak Bagus, bagaimana bisa dibangun standart Museum yang baik dan lokasi strategis untuk Sampang.

Museum Trunojoyo yang harus bisa direalisasikan oleh Pemerintah Daerah, kebutuhan ini adalah kebutuhan dasar dan kebutuhan mendesak, karena ini identitas jati diri Sampang, Museum harus dibentuk edukatif dan harus ada unsur estetika, tujuannya tidak lain adalah menjadi pusat wisata edukatif regional untuk wisatawan lokal belajar maupun wisatawan luar daerah, Museum ini juga harus unik agar pengunjung bisa berswafoto, tentunya juga dengan tarif yang murah meriah agar Pemerintah bisa terus menerus memelihara dan mengembangkan barang pusaka yang ada didalamnya.

Sebuah ide yang relatif kreatif, MTD sebagai Mitra pemerintah sangat peduli untuk Sampang ke depannya, apalagi sekarang Sampang dengan slogan Sampang Hebat Bermartabat, sesuai dengan dawuh Bapak Bupati Sampang Jas Merah yang artinya Jangan sekali kali melupakan sejarah, dengan adanya Museum Trunojoyo yang punya standarisasi maka ini merupakan representatif di Kabupaten Sampang.

Terus dimana lokasi yang strategis untuk Museum Trunojoyo? Berdasarkan usulan banyak budawan dan pemerhati lingkungan utamanya Haji Daiman dan Bapak Bagus Sulthon, disebelah Selatan Monumen adalah lokasi yang cukup strategis menjadi Museum, lahan bertepatan di barat Makam Bapak Nor (Mantan Gubernur Jawa Timur) adalah lahan milik Pemerintah Daerah Sampang yang ditempati salah satu asisten, Satu-satunya lahan milik Pemerintah ini yang mungkin bisa dialihkan kepentingan umum untuk mengangkat derajat dan identitas diri Kabupaten Sampang sehingga bisa Hebat dan Bermartabat.

Kedatangan Tiara Kusuma ke Pebabaran Trunojoyo menjadi bukti MTD Trunojoyo semakin Mempesona

Nyi Ageng dan Tiara Kusuma

Pertemuan singkat dengan Komunitas Tiara Kusuma di Pebabaran Trunojoyo di jalan Pahlawan Gg. VIII Sampang membawa sejuta makna bahwasannya masih banyak orang-orang yang masih peduli terhadap sejarah dan budaya para leluhurnya.

Tiara Kusuma adalah komunitas pecinta seni dan budaya yang bergerak dibidang Rias manten, dalam paparan yang disampaikan sangat bangga dengan gerakan MTD Trunojoyo meskipun masih baru terbentuk sudah begitu mempesona menarik perhatian publik dengan gerakannya, kedatangan kami ingin sharing terkait sejarah dan budaya dan kami mempunyai desain baju adat para raja, hanya Sampang ini belum mempunyai pakem yang jelas terkait baju kebesaran sang raja, imbuh mama Ira ketua dan sekalihus juru bicara Tiara Kusuma.

Terkait baju kebesaran yang nantinya akan menjadi pakem di Kabupaten Sampang selanjutnya, kami meminta masukan dan referensi dari komunitas adat Madura Tempoe Doeloe, imbuhnya.

Disisi lain Haji Daiman bercerita secara singkat tentang budaya di Madura ini bukanlah pakem murni milik Madura, dari sejarah dan budaya yang kita miliki tidak lepas dari pengaruh kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram, karena itu bukan murni milik Sampang atau Madura, agar ini bisa diakui oleh publik tentunya kita tidak lepas dari nilai sejarah sebelumnya dan nantinya harus mempunyai ciri khas tersendiri.

Sangat disayangkan desain baju kebesaran hasil rancangan dari Tiara Kusuma tidak dibawa sehingga kita harus menilai langsung tidak bisa, dari segi historis dan masa pakaian waktu itu, jika seandainya itu bisa disepakati dan menjadi pakem di Kabupaten Sampang, tentunya harus melalui proses pengajuan di tingkat DPRD Sampang, imbuh Bagus salah satu ketua MTD Trunojoyo.

Sangat disayangkan pertemuan begitu singkat karena menjelang Maghrib harus diakhiri, seharusnya jam 15.00 WIB harus molor ke jam 16.30, hingga tidak begitu panjang pembahasan atau diskusi lebih lanjut, namun sudah disepakati bahwasannya pertemuan ini akan berlanjut dan terus saling koordinasi untuk menjalin kerjasama mungkin di salah satu event seni pementasan dan kebudayaan.

Niat Tulus dan Modus akan Tereksodus

Saat itu tidak disangka dan tidak kita duga sebelumnya, orang yang selama ini dianggap baik dan mau berkorban untuk pengabdian diri dalam organisasi ternyata ada udang dibalik batu, mungkin semua orang akan melihat sama, nampak baik, karena citra yang dibangun sangat mempesona.

Berbeda jauh dari anggapan semua orang, mungkin hanya beberapa orang yang tahu karakter dan watak sebenarnya, bisa saja orang lain banyak tahu namun hanya bisa diam saat dimanfaatkan saja, disisi lain banyak orang yang tidak mengetahui karena citra yang dibangun sangat bagus sehingga menutupi apa yang tersembunyi dibalik tirai watak wajah diri aslinya.

Semua terperangah melihat wajah asli yang selama ini menutupi kepalsuannya selama ini, tidak ada yang percaya apa yang sudah ditampakkan olehnya, terselubung seolah ia yang selama ini sangat super benar-benar mengabdikan dirinya untuk ini.

Alam pun merespon segala sesuatu niat tulus dan niat modus, semua hukum alam berlaku bagi semua orang, tidak ada yang luput darinya, karena pada dasarnya tidak lepas dari causalitas, bercengkrama dalam bentuk berbeda, saat ini esok atau lusa, terbukti hilangnya sesuatu apa yang dipunya adalah bagian kecil yang harus dibayar, mungkin tidak pernah disadari hingga saat ini harus terulang lagi, nunggu dan nunggu kembali saat itu tiba.

Pada dasarnya harapan semua orang sama, ingin lebih baik dan terus ingin lebih baik, yang membedakan ketika dihadapkan kepada kepentingan dan kebutuhan, niat tulus bisa menjadi modus, niat modus bisa ditutupi oleh tampilan yang menarik hingga menutupi niat modusnya.

Selalu saja begitu dan selalu saja terulang kembali, harta tahta wanita/Pria yang merupakan bagian kehidupan ini membuat kita harus menodai diri hingga tidak sadari semua ini akan terlewati begitu saja, tinggal kenangan dan amal baik atau buruk, ini adalah sebuah pelajaran diri bahwa semua manusia akan kembali kepadaNya, perbaiki diri dan terus perbaiki hingga hati bisa tulus ikhlas untuk mengabdi kepada sang Ilahi.

Romantisme Raja Sampang ditengah Kirab Budaya Ter-Ater Tajin Sappar

Momentum yang indah dan romantis melihat orang nomer satu di Sampang bermesraan dengan saling memberikan menyuapi tajin yang diberikan oleh MTD Trunojoyo perhatian di waktu acara.

Melihat momen seperti ini sudah seharusnya masyarakat Sampang menjunjung tinggi nilai-nilai estetika yang terkandung didalamnya, kerukunan, keharmonisan, saling memperhatikan, saling bahu membahu dan saling membantu demi terciptanya Kabupaten Sampang yang Hebat Bermartabat, tentunya tidak meninggalkan budaya yang baik leluhur.

Dibalik Sampang Hebat Bermartabat ada keluarga yang hebat yang bisa menjaga keutuhan rumah tangga, sisi ini baru saja terlihat orang banyak, sisi romantisme Bapak Bupati dan Ibu Bupati Sampang.

Tutur kata untuk “Kita” MTD Trunojoyo

Tawasul “Dalam rangka Kirab Budaya Ter-Ater Tajin Sappar”

Assalamu’alaikum wr. Wb
Saya atas nama ketua panitia ingin menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan “Kirab Budaya Ter-Ater Tajin Sappar” Yang dilaksanakan hari Selasa tanggal 22 September 2020, start dari Pebabaran Trunojoyo menuju Ke Pendopo Agung
Ucapan Terimakasih Kepada yang sudah berperan merealisasikan kegiatan ini
1. Allah SWT yang telah memberikan kelancaran kepada kegian ini
2. H. Daiman sebagai Inisiator dan Inspirator memberikan ide
3. Bapak R. Bagus Sulthon sebagai ketua 1 yang dalam hal ini berperan sebagai sekretaris dan sangat tangguh mencari dana hingga bisa mengimplementasikan kegiatan ini
4. Tidak lupa ketua umum MTD Trunojoyo Sampang R. Achmad Fauzan memberikan dorongan kepada seluruh anggota untuk terus semangat
5. Bapak Bustomi yang membantu dibalik layar, konsep dan translate pidato Bupati Sampang ke bahasa Madura, tidak lepas satu paket dengan H. Affandi
5. Dibalik layar ada para Nyi Ageng Trunojoyo yang menyajikan menu sajian yang dibawa ke Pendopo seperti Nyai Welad, Umi Sisi, Juwita, Bu Diana dan banyak lainnya yang tidak bisa kami sebut satu per satu
6. Pak Didit sebagai orang yang selalu loyal terhadap MTD Trunojoyo, mendokumentasikan setiap kegiatan ditengah kesibukannya
7. Bapak Dewan Moh. Iqbal Fatoni atau Bung Fafan yang selalu memberikan sumbangsih dalam memeriahkan dan melancarkan kegiatan.
8.Para Ki Ageng lainnya yang banyak berperan dalam menyukseskan acara ini dari Arif, Wahyu, Ki Poleng, Ra Syaifur, Bapak Buchori sampai Ustad Suadi.
9.Yang terakhir adalah pihak dari Pemerintah Daerah Sampang yang dalam hal ini sangat membantu dalam menyukseskan kegiatan ini, Humas dan Protokoler, Disporabudpar, meskipun dengan kata bukan menjadi alasan anggaran terbatas menjadi kegiatan tidak maksimal.
Banyak nama yang tidak muncul disini yang turut berperan menyukseskan acara ini, namun tidak bisa kita sebut satu persatu, semua pada dasarnya bukanlah “Aku”, akan tetapi “Kita”, bukan Aku yang bisa akan tetapi Kita yang bisa, semua pada dasarnya tidak lepas antara yang satu dengan yang lain.
Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada seluruh pengurus dan anggota MTD Trunojoyo atas ketidaktahuan atau ketidakoptimalan bekerja dalam bekerja, semua tidak lepas hanya sebagai manusia biasa, mudah-mudahan ini menjadi titik awal dalam menyambung silaturrahmi, Terimakasih.

W asalamualaikum Wr. Wb

Bukan siapa-siapa tanpa ada “Kita” Bukan “Aku”

MTD Trunojoyo dan Pemkab Sampang

Dalam organisasi apapun, sebuah kegiatan tidak lepas dari banyak ide banyak pendapat yang seringkali terjadi gesekan yang berpotensi memecah belah atau merusak suasana dalam kegiatan tersebut, ini salah satu membuktikan ada ego sektoral yang merasa dan dirasa pas menurut versi masing-masing.

Tidak mudah untuk bisa menyatukan setiap karakter individu dari berbagai latar belakang yang berbeda, semua tidak lepas dari kepentingan pribadi mereka yang harus unggul daripada yang lain, karena setiap individu secara tidak langsung memperebutkan posisi selalu ingin didepan.

Dinamika sosial ini selalu terjadi dan akan terjadi dimana saja dalam sebuah organisasi, karena memang sudah sangat alamiah benturan ide agar bisa direalisasikan ke dalam sebuah rencana yang sudah disusun sedemikian rupa, orang yang berpengalaman dan tidak berpengalaman ikut berperan dalam dinamika sosial ini, semakin aktif maka organisasi ini akan semakin maju karena sudah melewati proses yang matang atau sebaliknya organisasi bisa hancur lebur dan tercerai berai karena kokohnya pendirian setiap individu yang tidak bisa disatukan lagi sehingga lahirlah Geb yang memisahkan diri antar kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

Di tengah-tengah itu harus ada orang yang mempunyai karakter kuat dalam memberikan mediasi sehingga organisasi bisa berjalan sesuai dengan visi misi yang sudah disepakati, setiap individu harus melepas ego sektoral masing-masing untuk kemaslahatan sebuah organisasi dan berjalannya organisasi.

Aku bukan siapa-siapa, kamu juga bukan siapa-siapa, apalagi kalian bukan siapa-siapa tanpa adanya organisasi ini, mari jalin dan satukan kembali tekad dan keinginan luhur yang hampir lusuh ini untuk bersama membangun nusa dan bangsa dimulai dari karakter kita sebagai individu yang peduli terhadap bangsa ini, dari kita oleh kita untuk kita, semua akan kembali kepada diri kita sendiri.

Bulan sappar (Oleh : H. Daiman)

H. Daiman dan Nyi Ageng

Bulan sappar oleh sebagian masyarakat dikenal dengan bulan setelah muharram dan banyak yg belum mengetahui makna bulan sappar disini
Para pembudaya saat ini hanya menerima peninggalan budaya berupa ritual bubur sappar dimana kita hanya melakukan
1.buat bubur sappar
2.berdoa untuk kebaikan
3.bershodaqoh lewat bubur sappar
Kita sampai saat ini belum menggali makna filosofi yg tersimpan dalam ritual bubur sappar kalau diteliti secara mendalam bulan sappar dipastika setelah bulan muharrom atau bulan suro dimana di bulan itu adalah proses penciptaan manusia dan selalu disertai shodaqoh tajhin suro dan untuk bulan sappar adalah proses penyatuan manusia se utuhnya sampai 41 hari dimana 4 napsu menyatu dan kuat itulah harapan 41 hari setelah tanggal 1 -7 bulan suro ditambahkan 41 hari setelahnya dan tanggal itu jatuh dibulan sappar kksaran tanggal 7,8,9,10,11 yg kemudian disarankan utk seluruh bulan sappar kita wajib bersedekah untuk kebaikan manusia
Sehingga warna tajhinpun warna warni mengacu pada aura napsu2 tersebut dimadura bisa pakai warna 2- 5 dan umumnya
Pakai 2 warna,warna yg selalu ada dan harus ada yaitu warna putih karena melambangkan kesucian,ketulusan,keihlasan sifat manusia
Dan semoga artikel ini bisa berguna bagi para pembaca utk jadi refrensi hidup kita yg berbudaya
Salam budaya

Selamat membaca
20-9-2020

By ghus khocaak