BAS Berikan Apresiasi untuk MTD Trunojoyo

Kalender Tahun 2021

Tepat di hari Selasa tanggal 22 Desember 2020 di Pebabaran Trunojoyo kalender itu dibagikan untuk para Nyi Ageng dan Ki Ageng MTD Trunojoyo, bertepatan dengan acara Hari Jadi Kabupaten Sampang yang Ke-397, Tahlil dan Doa untuk para leluhur Sampang sebagai tanda penghormatan terhadap jasa yang sudah dilakukan untuk Kabupaten Sampang.

Hampir kegiatan MTD Trunojoyo yang didokumentasikan menjadi salah satu promosi kepada publik dengan terpampang foto-foto kegiatan di kalender tahun 2021, ini tidak lepas dari bentuk apresiasi Bank Artha Sejahtera atau BAS salah satu BUMD yang dipunyai oleh Kabupaten Sampang.

Pemilihan gambar ini cukup selektif dan ingin menunjukkan budaya daerah kearifan lokal Sampang untuk lebih dikenal lagi oleh publik, ini tidak lepas dari Bapak Direktur BAS yang asli Putra Daerah Sampang, loyalitas dan keinginan Sampang lebih dikenal dengan budaya-nya yang selama ini tidak muncul ke publik.

Satu-satunya organisasi yang bergerak dan fokus dalam pelestarian Budaya ini adalah Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo, karena organisasi ini murni mengangkat dan menggali kearifan lokal para pendahulu melalui segala bidang seni dan budaya.

Untuk itu MTD Trunojoyo mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari Pemerintah dan elemen masyarakat bersatu padu mengangkat, menggali dan melestarikan segala bentuk seni budaya yang selama ini hampir punah dan cenderung ditinggalkan oleh kaum milineal, kenalkan kembali kepada para milineal untuk mengenal seni dan budaya para leluhurnya, karena dengan mengenal seni dan budaya para leluhurnya, maka mereka bisa dikatakan telah menemukan jati dirinya.

Sampang Semakin Hebat Bermartabat, Kado Indah di tahun 2020

Sejak kepemimpinan H. Slamet Junaidi, Sampang sudah mulai berbenah untuk kemaslahatan masyarakat Sampang, dari sistem birokrat, Kesehatan, Pertanian, seni dan Budaya sudah mulai kelihatan hasilnya.

Penghargaan demi penghargaan terus didapatkan oleh Kabupaten Sampang dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Dalam Negeri sampai penghargaan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dikuatkan dengan diberikan penghargaan berupa piagam untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang.

Masyarakat Sampang banyak bangga dengan tersebar piagam penghargaan tersebut, karena selama ini citra buruk selalu disematkan kepada Kabupaten Sampang sebelum kepemimpinan Pemerintahan Bapak H. Slamet Junaidi.

Bagi masyarakat Sampang tentunya ini adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa, di masa pandemi ini Kabupaten Sampang banyak meraih penghargaan bergengsi, di masa yang sangat sulit otomatis seluruh anggaran terbagi dan program Pemerintah dengan otomatis harus terbagi, ini masalah manajemen Pemerintah Daerah saja yang harus memilih yang terpenting dari yang penting, sangat dilematis untuk pencapaian yang optimal, namun Kabupaten Sampang mampu melewati itu dibuktikan dengan banyak penghargaan yang didapat.

Catatan Perjalanan Perjuangan MTD Trunojoyo

Para Ketua MTD Trunojoyo

Perjuangan yang tidak mudah dan cukup melelahkan jika ukurannya adalah sebuah pengorbanan untuk khalayak banyak, satu visi dan satu misi untuk sebuah pencapaian yang nantinya membangun kota kelahiran Sampang, tentunya di bidang Seni dan pelestarian budaya lokal warisan leluhur, dan tentunya ini menjadi sebuah harapan semua orang Sampang, meskipun kadang harus dimulai darimana.

MTD lahir dari Bapak Hasbullah yang berlatar belakang militer, orang asli Pamekasan yang tinggal di Surabaya, Bapak Hasbullah adalah inisiator dan pendiri Madoera Tempo Doeloe, saat ini beliau menjabat sebagai ketua umum MTD menaungi beberapa Kabupaten yang ada di Indonesia selain Madura (Kecuali Sumenep belum ada).

Awal mula Bapak R. Bagus Sulthon memegang komando untuk daerah Kabupaten Sampang, SK dan administrasi lainnya sudah diberikan oleh Bapak Hasbullah untuk menjalankan roda organisasi MTD di Kabupaten Sampang, namun karena kesibukannya roda organisasi ditubuh MTD ini lambat berjalan.

Dan sampailah pada pertemuan ke tiga tokoh Bapak Bagus Sulton, R. Achmad Fauzan di rumah kediaman H. Daiman, H. Daiman adalah Ketua Lesbumi NU Sampang, bertepatan dengan akan diadakannya kegiatan Rokat Tase’, maka waktu itu MTD ikut nimbrung berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan itu cukup besar mengundang banyak orang datang mengunjungi dan menjadi perhatian umum, sehingga nama MTD cukup banyak dibaca orang Sampang karena kegiatan tersebut adalah salah satu yang mengangkat budaya lokal.

Dan agenda selanjutnya waktu itu segera membentuk struktur organisasi MTD Trunojoyo untuk bisa segera merealisasikan visi misi organisasi, dihadiri oleh 5 orang yang awalnya ketua adalah Bagus Sulton kepada H. Daiman, namun H. Daiman menolak karena banyak rangkap jabatan, jadi beliau berdua menunjuk R. Achmad Fauzan untuk menjadi ketua, meskipun waktu itu orangnya tidak hadir, namun diinformasikan melalui pesan, dan beliau bersedia.

Agenda pertama dibawah ketua R. Achmad Fauzan langsung menghadap ke Bupati Sampang untuk memperkenalkan dan sekaligus menjadi Pelindung di MTD Trunojoyo, setelah itu ke Disporabudpar memohon ijin untuk merawat Pebabaran Trunojoyo, dan yang terakhir ke Arsip Daerah terkait data pengajuan Kepahlawanan Trunojoyo menjadi Pahlawan Nasional.

Sampai saat ini Pebabaran sudah ada yang merawat khusus dari MTD, ditanami bunga yang indah, suasana tempat sudah nampak rindang, sudah dipasang listrik, tinggal pengembangan hiasan dan informasi berupa gambar atau lainnya tentang seni budaya dan sejarah Sampang untuk memberikan pengetahuan bagi pengunjungnya.

MTD Trunojoyo Luncurkan Balon Ucapan “Selamat Hari Jadi Kab. Sampang Yang Ke-397”

Peluncuran Balon Ucapan
“Hari Jadi Kabupaten Sampang yang Ke-397”

H-1 Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sampang, tepat di hari Selasa 22 Desember 2020 bertepatan dengan hari Ibu, MTD Trunojoyo gelar doa bersama di Pebabaran Trunojoyo.

Acara ini diinisiasi oleh Disporabudpar Kabupaten Sampang dalam rangkaian acara untuk mendoakan para leluhur dan juga memeriahkan acara Hari jadi Kabupaten Sampang yang ke 397.

Awalnya undangan dibatasi sebanyak 30 orang, karena terbatas protokol kesehatan dan terbatas anggaran, namun karena sangat antusiasnya anggota MTD untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sampang sebagai tempat kelahiran, maka para tamu undangan melebihi kapasitas yang datang sehingga kurangnya konsumsi, dengan sangat terpaksa panitia harus mengalah.

Pelepasan balon ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sampang dipimpin oleh Ustad Suadi dengan bacaan sholawat sebagai tanda balon harus dilepas, diikuti oleh anggota MTD lainnya cukup membuat meriah acara sederhana terebut meskipun dengan anggaran terbatas.

Disisi yang lain perwakilan Disporabudpar Kabupaten Sampang sangat menyayangkan Ba Mahtum, jumlah balon yang sedikit untuk mengangkat tulisan terbang ini, lebih banyak pasti lebih meriah, untuk tahun depan harus dianggarkan khusus untuk balon agar lebih memeriahkan, pungkasnya.

Terbukti dan teruji, Loyalitas Nyi Ageng Yuli & Nyi Ageng Siana tidak perlu diragukan di MTD

Membantu korban orang terkena musibah apalagi korban banjir sudah seharusnya menjadi tanggung jawab sesama manusia, utamanya yang tidak terdampak bencana, jika tidak mampu membantu dengan uang bisa dengan tenaga, jika tidak kedua-duanya bisa dengan dengan doa, karena semua kebaikan manusia sebenarnya akan kembali kepada dirinya.

Seperti yang dilakukan oleh kedua Nyi Ageng MTD Trunojoyo ini, Bu Siana dan Mbk Yuli, seolah tidak kenal lelah untuk membantu orang yang terkena musibah, melalui MTD Trunojoyo ia membantu banyak orang yang sedang terkena musibah banjir, pengabdian dan keikhlasannya tidak terukur oleh ruang dan waktu, tanpa mengharap dan tidak perlu citra yang berlebihan untuk dipuja dan dipuji oleh orang lain.

Beliau berdua adalah abdi di Pebabaran Trunojoyo yang setiap hari membersihkan dhalem Trunojoyo, menanam bunga dan merawatnya adalah keseharian yang dilakukan, agar orang-orang yang datang ke Pebabaran merasa nyaman dan teduh, karena udara dan aroma dari bunga yang dirawat oleh mereka.

Tidak ada hal yang paling bisa memberikan kepuasan bathin selain pengabdian terhadap alam semesta, keikhlasan manusia memang sulit diukur, namun keikhlasan sebenarnya adalah pengabdian tanpa mengharapkan sesuatu darinya, karena sebenarnya alam semesta, Tuhan Yang Maha Esa adalah paling tahu segalanya, lebih tahu kebutuhan manusia daripada keinginan manusia.

Peduli korban Banjir Sampang, Ketua Lesbumi PCNU Sampang mendirikan Posko Dapur Darurat

Koordinasi Ketua Lesbumi PCNU Sampang

Banjir yang Menggenangi hampir seluruh kota Sampang dengan ketinggian setengah meter sampai satu meter membuat Haji Daiman berinisiatif mendirikan posko dapur umum yang terletak di jalan Mutiara 105 Sampang dengan mengajak relawan yang peduli terhadap korban banjir untuk saling membantu.

Dengan dibantu relawan, bantuan terus mengalir, beras, ikan dan sejumlah uang dari donatur untuk disajikan ke dalam masakan dan didistribusikan kepada korban banjir.

Tidak terprediksi sebelumnya, nyatanya banjir ini cukup mengganggu roda Pemerintahan dan roda perekonomian Kabupaten Sampang, hampir semua toko dan pasar terkena banjir hingga aktivitas masyarakat harus terhambat.

Dibantu oleh relawan organisasi MTD, Ghost Rider dan Bagana dalam penyajian dan pendistribusian bantuan ke korban banjir, cukup mempercepat kerja relawan lainnya yang ada di dapur, karena memang sebelumnya kekurangan tenaga untuk mempercepat menyelesaikan pekerjaan.

Sampai malam ini sudah 400 nasi bungkus yang sudah dibuat dan didistribusikan kepada korban banjir, ini tidak lepas dari bantuan semua pihak yang dikoordinasikan oleh Haji Daiman untuk bisa segera membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Distribusi Bantuan, Banser Tanggap Bencana (BAGANA) siaga 1

Ketua Umum MTD Trunojoyo dan Bagana menyalurkan Bantuan bantuan

Agus Hendra sebagai komandan Bagana (Banser Tanggap Bencana) dan rekannya Rosidi mulai hari Selasa malam sudah mendistribusikan bantuan ke beberapa tempat bencana banjir yang tidak terjangkau.

Peran Bagana cukup signifikan untuk membantu dan mengurangi beban Pemerintah Daerah, misi kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan, seolah tanpa lelah sampai larut malam ini Bagana masih terus mendistribusikan kepada korban banjir yang ke daerah yang sulit dijangkau.

Sementara ini bantuan terus mengalir ke Dapur umum milik Haji Daiman di jalan Mutiara 105 Sampang sebagai tempat memasak dan berkumpulnya elemen organisasi yang ada di Kabupaten Sampang, banyak organisasi yang sudah bahu membahu membantu memberikan bantuannya, ada yang berupa beras, uang dan bahan lainnya untuk bisa diolah menjadi masakan siap saji dan bisa segera didistribusikan oleh tim Bagana.

Sampai detik ini banjir masih menggenangi Kabupaten Sampang ketinggian sekitar 1 meter yang menyebar luas hampir merata di setiap tempat, dan sampai hari ini masih banyak masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan berupa makanan.

Banjir Melanda, MTD pasang badan “1000 Nasi Bungkus untuk Korban Banjir”

Ketua MTD Bagus Sulton Turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban terdampak banjir

Sudah sekian tahun lama Sampang tidak mengalami banjir, karena pompa air selama ini sudah bisa menangani banjir dengan cepat, namun hari ini diluar prediksi semua orang, mungkin sungai sudah mulai dangkal dan tidak pernah dikeruk dan pada akhirnya banjir meluas merata ke daerah yang tidak pernah digenangi air.

Tanggap darurat yang diinisiasi oleh H. Daiman sebagai ketua Lesbumi PCNU Sampang untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, Haji Daiman mengajak semua elemen organisasi untuk bahu membahu saling membantu demi meringankan beban Pemerintah.

Dari ajakan tersebut MTD Trunojoyo melalui Nyi Ageng ikut membantu memasak di dapur darurat yang beralamat di Jalan mutiara 105 Sampang, dari Bu Ana, mbak Yuli dan Bapak Bagus terlibat didalamnya untuk segera membungkus dan mengirimkan ke seluruh penjuru masyarakat terdampak banjir.

Target 1000 bungkus untuk masyarakat Sampang, karena banjir ini diprediksi akan 3 hari lamanya, masyarakat yang terdampak banjir dipastikan tidak bisa untuk belanja tidak akan sempat bisa keluar, karena mereka akan sibuk mengamankan barang milik pribadi di rumah masing-masing, bukan tanpa alasan banjir kali ini terkesan dadakan dan mengagetkan semua orang hingga banyak yang tenang dan terkesan biasa.

Namun kita harus melihat banjir merata dimana-mana utamanya di kota Sampang, yang biasa tidak terdampak banjir, kini banyak dari masyarakat harus merasakan dampaknya banjir yang menyeluruh hampir di kota Sampang tanpa ada persiapan yang cukup sebelumya.