Sejarah dan Budaya Ibarat Kepingan Uang 2 sisi berbeda namun satu kesatuan

Setiap peristiwa yang terjadi pada kehidupan kita adalah cerita, setiap cerita adalah sejarah buat kita atau orang lain, setiap sejarah akan menciptakan budaya, budaya adalah kebiasaan turun temurun dari para leluhur.

Sejarah akan menciptakan budaya, begitu juga sebaliknya budaya akan menciptakan sejarah di masanya, setiap peristiwa yang telah terjadi adalah cerita yang akan tercipta sejarah baru untuk generasi berikutnya.

Ada beberapa orang berpendapat sejarah berbeda dengan budaya, namun fakta dan realitanya kita tidak bisa melepaskan satu dan menafikan yang lainnya, sejarah tercipta karena budaya dan budaya juga akan tercipta sejarah, ibarat uang yang mempunyai dua sisi yang berbeda namun sebenarnya adalah satu kesatuan, jika hanya satu yang diambil, maka uang tersebut tidak ada value atau nilainya, tidak berharga, tidak bisa digunakan untuk proses transaksi.

Begitu juga sejarah dan budaya merupakan kesatuan, yang mempunyai nilai tersendiri bagi sebuah peradaban, sisi-sisi tersebut saling melengkapi satu sama lainnya, tidak ada yang harus diakui yang satu menafikan yang lainnya, untuk itu mari kita belajar dari sejarah tanpa menafikan budaya.

Sejarah Nusantara Banyak Mengajarkan kita tentang Peradaban

Manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial pada dasarnya merupakan suatu bentuk interaksi saling tarik menarik energi, saling membutuhkan satu sama lain, dampak yang dihasilkan pun dengan sendirinya menimbulkan hukum dualitas energi positif dan negatif, untuk itu semua akan menghasilkan sebuah perubahan baru, pengalaman baru bahkan pembelajaran baru tentang apapun dari hasil proses interaksi tersebut.

Peristiwa hidup manusia adalah sebuah proses menciptakan sejarah nya di kemudian hari, baik buruknya adalah merupakan sebuah peran yang harus dilakukan oleh manusia yang mungkin merupakan bagian dari takdirnya sendiri selama hidup di dunia.

Jangan Lupakan Sejarah atau dikenal dengan Jasmerah adalah bagian proses sejarah para leluhur kita yang banyak mengajarkan tentang arti kehidupan, arti sebuah peradaban dimana semua itu dahulu pernah terjadi, tentang adat dan budaya yang diciptakan terkandung makna filosofi kehidupan yang tinggi dalam menghargai alam semesta.

Para leluhur kita ternyata sudah memahami dan lebih beradab tentang menghargai alam semesta dan sekitarnya, ritual budaya yang dilakukan adalah sebagai wujud menyatu dengan alam semesta dan bersujud pada yang yang kosong yang dikenal dengan Kapitayan, itu terjadi sebelum datangnya agama Hindu Budha bahkan agama Islam.

Peradaban warisan leluhur kita semakin lama semakin terkikis, dari generasi terus ke generasi semakin banyak yang tidak tertarik tentang sejarah dan budaya leluhur Nusantara, mereka lebih banyak terkontaminasi dengan budaya luar atau dikenal westernisasi, bahkan sebaliknya banyak orang luar yang lebih tertarik dengan budaya kita Nusantara, sangat ironi memang begitulah yang terjadi hari ini.

Sebaik-baiknya manusia pasti ada jeleknya, begitu juga sebaliknya sejelek-jeleknya manusia pasti ada sifat baiknya, begitulah hukum alam hukum dualitas kehidupan saling melengkapi, karena kita manusia, bukan Malaikat yang selalu benar dan bukan Iblis yang selalu salah, Semua orang pernah melakukan kesalahan, Sebaik-baik nya manusia belajar dari kesalahan dan memperbaikinya, untuk itu mari kita belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dalam sejarah para leluhur dan mari kita mencoba membenahi dan meluruskannya, untuk generasi kita selanjutnya agar tercipta manusia yang beradab.

Madoera Tempoe Doeloe Trunojoyo Sampang (MTD Trunojoyo Sampang)

Madoera Tempo Doeloe adalah sebuah organisasi Kebudayaan yang punya visi misi menelusuri dan menggali sejarah dan budaya Madura tempo dulu dan menjadikan Madura salah satu Destinasi Pariwisata di Nusantara.

Setiap Kabupaten di Madurnra mempunyai perwakilan struktur organisasi dengan nama yang berbeda, di Sampang Madoera Tempoe Doeloe bernama Trunojoyo, di Pamekasan bernama Pamekasan Hebat, di Bangkalan bernama Lemah Duwur, namun ada di daerah diluar Madura yang mendirikan dan menamakan juga Madoera Tempoe Doeloe, salah satu orang Madura yang ada di Surabaya yang menamakan diri MTD Sawunggaling, dan juga ada beberapa daerah lainnya.

Menelusuri Sejarah dan budaya yang mulai terkikis dan tergilas oleh jaman membuat banyak orang yang tidak mau peduli terhadap lagi dengan budaya peninggalan leluhur, sangat ironi, Nusantara yang dikenal oleh dunia adalah pusat peradaban dunia, malah orang-orang Nusantara sendiri banyak terkontaminasi oleh bangsa lain, sangat miris jejak leluhur kita sudah mulai terkikis di jaman modern ini.

Untuk itu Madoera Tempoe Doeloe ini hadir sebagai wadah organisasi orang yang peduli terhadap sejarah dan budaya leluhurnya, sebagai wadah untuk menjajaki sejarah dan budaya leluhur yang sudah mulai ditinggalkan dari generasi ke generasi, hingga adat yang merupakan bagian tradisi hilang dan musnah karena dampak budaya yang ditinggalkan oleh masyarakat,

Untuk itu MTD Trunojoyo Sampang ke depannya ingin mengajak orang-orang yang masih peduli dan mau peduli terhadap sejarah dan budaya leluhur, menggali dan melestarikan juga meluruskan sejarah tentang jejak para leluhur melalui situs peninggalan dan referensi yang valid, mulai dari Buku, Daun lontar, dan serat pararaton, dan kesaksian orang-orang yang mengalami atau memahami sejarah dari leluhurnya sendiri, hingga nantinya tercipta dalam sebuah karya tentang kebenaran sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan.