Pengabdian Ibu & Negara sepanjang masa | Kisah klasik insan manusia

Sebuah pertemuan adalah sebuah awal kisah tentang kita, proses persahabatan, kekerabatan terjalin setelah beberapa lama kita melalui suka duka bersama, kadang rasa begitu manisnya, kadang sebaliknya pahit terasa, begitulah kehidupan yang sering kita lalui bersama, gesekan terkadang itu yang membuat kita semakin dewasa hingga tercipta hati akan merindukan tentang hal itu.

Seperti yang sering kita dengar, Berharganya sebuah perpisahan ketika kita akan berpisah, seperti yang terjadi saat ini kita merasakan kehilangan orang yang sering kali bersama kita, tangisan, kesedihan seringkali kita rasakan, hanya rasa itu sendiri yang bisa merasakan semua, kita tidak bisa mengukur tentang apa yang kita rasakan dengan ungkapkan kepada semua orang melalui Kata-kata, karena rasa hanya bisa dijelaskan dengan rasa itu sendiri.

Awal mendengar pindah, saat upacara hari senin, Tiba-tiba ia menjadi pembina upacara, kata-kata itu adalah pesan terakhir untuk kita, semua keluarga besar warga sekolah, siswa-siswi dan guru SMKN 1 Sampang, suara itu bergemuruh, merasa sangat kehilangan seseorang yang selalu bersama kita, nyanyian bersama tentang makna kata Terpujilah engkau wahai Ibu Bapak Guru, semua menyanyikan terasa khidmat, hingga teringat masa kenangan saat bersama dengan segala dukanya.

Acara itu dilanjutkan dengan mengundang dewan guru dan juga komite sekolah, perwakilan guru ungkapan semua kenangan selama bersamanya, mantan kepala Sekolah juga ikut mewakili menyampaikan kesan dan pesan, termasuk kepala sekolah dengan sambutan dan tangisan haru mengungkapkan kenangan saat bersamanya, ditutup dengan nyanyian oleh sahabat karibnya dengan lagu Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu, dan pemberian kado sebagai simbolik kenangan.

Semua telah berlalu, memudar akan rasa itu, yang ada adalah sebuah rasa bahwa jarak hanya bisa memisahkan kita secara fisik, namun rasa persahabatan, persaudaraan, kekerabatan akan terus selamanya, selamat bertugas bapak di SMKN 1 Ngawi, pengabdian disisa akhir hayat kita terhadap negara dan ibunda tercinta.

Tinggalkan komentar