Mengetuk Hati, Kenang Para Leluhur | Penyematan Simbolik Tokoh Adat Sampang | 1 Muharram 1444 di Pebabaran

Mantan Bupati Sampang | Noer Tjahja

Penyematan yang dilakukan oleh Keraton Sumenep kepada KSAL Yudo Margono minggu lalu menyisakan tanda tanya kepada organisasi budaya seperti MTD Trunojoyo Sampang, ketua panitia acara penyematan KSAL Keraton Sumenep adalah berasal dari orang Sampang, namun kendati demikian ketua panitia bingung Sampang yang mau diundang siapa?, karena keberadaan tokoh atau pemangku adat di Sampang belum ada.

Dan pada akhirnya tokoh muda dari PC Lesbumi NU Sampang Bapak Haji Daiman (Ba Daiman panggilan akrabnya) tanpa disengaja ketemu dengan ketua panitia penyematan KSAL di masjid yang berada di Banyuanyar (Ju’lanteng) selepas sholat Jum’at, meskipun hanya berbincang dengan waktu yang cukup singkat, ketua panitia mengundang untuk bisa hadir ke acara penyematan KSAL Yudo Margono.

Singkat cerita dikumpulkanlah para pengurus MTD Trunojoyo untuk membahas pembentukan pemangku adat Sampang, diskusi kecil itu mengerucut kepada turunan Raden atau darah biru, dan diputuskan sosok ideal yakni mantan bupati Sampang Bapak Noer Tjahja, mantan bupati Sampang ini sebenarnya sudah ideal dan tentunya pengalaman dan koneksi tidak perlu diragukan lagi.

Tentunya ini butuh waktu yang panjang dalam pembentukan pemangku adat di Kabupaten Sampang, karena banyak faktor yang harus disiapkan, selain secara administratif, tentunya harus disepakati bersama oleh tokoh dan organisasi lainnya di kabupaten Sampang, ini tentunya harus dipikirkan bersama dan terus digalakkan oleh semua pihak agar segera terbentuk pemangku adat di Sampang, karena ini menyangkut dan menguatkan pelestarian budaya asli Sampang, tentunya akan menambah nilai Kabupaten Sampang Hebat Bermartabat di mata dunia.

Tinggalkan komentar