
Kedatangan MTD TRUNOJOYO di Suara Sampang adalah salah satu bukti kegiatan yang selama ini diadakan tentang budaya, mengangkat budaya ataupun pelestarian budaya yang selama ini hampir punah bahkan sudah tidak ada lagi, mengundang banyak tanya publik dan penasaran siapa dan apa itu MTD?.
MTD (Madoera Tempo Doeloe) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Bapak Hasbullah (anggota kepolisian di Polda Jatim) bersama para pendiri yang peduli kepada pelestarian budaya dan perkembangan Madura, tujuan yang sangat mulia membuat wadah MTD ini, karena setiap orang bisa mempunyai kesempatan yang sama menyalurkan aspirasi tentang perkembangan dan pelestarian budaya Madura.
Awal berdirinya MTD ini harusnya ada 4 Kabupaten di Madura, namun Kabupaten Sumenep tidak pernah terbentuk keanggotaan secara struktural, dan tiap Kabupaten ini MTD mempunyai nama yang berbeda seperti MTD Pamekasan Hebat, MTD Trunojoyo, MTD Lemah Duwur. Selain di Madura juga ada MTD di luar Madura yakni MTD Sawunggaling dan MTD Beautiful.
Dalam Talkshow tersebut ternyata banyak yang tertarik tentang kegiatan budaya yang dilakukan oleh MTD Trunojoyo, dari pemakaian bahasa Madura yang dalam hal ini adalah bahasa Ibu, baju adat yang banyak tidak setuju dengan pakaian saat ini yakni Sakera dan Marlena, karena identik dengan Blatiran.
Tentunya sebagai wadah organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya, anggota yang laki-laki disebut disebut dengan julukan Ki Ageng dan yang perempuan disebut julukan Nyi Ageng sebagai identitas pengurus dan anggota di MTD Trunojoyo.
Nama ini cukup viral di kalangan masyarakat, karena semua yang diangkat adalah ala tempo dulu, simbol kearifan lokal para leluhur kita.
Ke depannya nanti pengurus MTD TRUNOJOYO akan merealisasikan aspirasi dari masyarakat tentang Bahasa, baju adat, permainan anak tempo dulu dan pelestarian budaya yang cukup banyak mengandung nilai filosofis hingga generasi milineal tidak lupa dengan warisan nenek moyang dan kearifan leluhur kita.