Peduli Budaya Bahasa Krama, Arda Kabupaten Sampang gelar Pelatihan Bahasa Madura

Salah satu unsur yang harus dilestarikan oleh Pemerintah Daerah dalam berbudaya adalah bahasa lokal yang harus dikuasai, karena bahasa adalah simbol bahasa ibu yang memang wajib dikuasai oleh setiap orang yang tinggal di bumi tersebut.

Bahasa lokal sekarang ini sepertinya sudah menjadi bahasa asing yang sulit dipelajari dengan baik dan benar, dari generasi ke generasi bahasa ibu atau bahasa lokal hanya bisa diterapkan bahasa sehari-hari yakni bahasa kasar atau ngoko, padahal kita tahu bahasa lokal ada beberapa tingkatan.

Bahasa yang sering kita pakai sehari-hari adalah bahasa yang umum atau bahasa kasar, namun untuk tingkatan bahasa yang halus kita kadang lebih sering mencampur bahasa kasar dan sedikit halus, bahkan banyak terselip bahasa Indonesia karena memang kita pada umumnya sangat minim kosakata bahasa halus.

Salah satu bentuk kepedulian Arsip Daerah Sampang kepada masyarakat Sampang pada umumnya adalah dengan mengadakan pelatihan kepada beberapa orang asli daerah yang mau dan peduli, karena tidak semuanya orang daerah peduli terhadap bahasa ibunya sendiri, meskipun asli daerah sana.

Ini merupakan kemajuan bagi Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Arsip daerah dan perpustakaan untuk mengadakan pelatihan ini hingga beberapa bulan ke depan.

Sangat ironi memang, program ini yang harusnya dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sampang kepada guru-guru yang membutuhkan untuk diajarkan kepada peserta didiknya, Namun itu semua tidak terjadi, yang lebih peduli malah Dinas Arsip Daerah.

Pelatihan ini menurut pemateri Bapak Bustomi akan digelar seminggu 2 kali dan berakhir sampai bulan Oktober, sudah seharusnya ini pelatihan ini dijadikan ajang penerapan budaya bahasa lokal, budaya bahasa daerah untuk menjadikan orang Madura menjadi orang Madura seutuhnya.

Tinggalkan komentar