Melestarikan Budaya, MTD Trunojoyo Ter-Ater Ketopa’ Ke Pendopo Trunojoyo

Bapak dan Ibu Bupati Sampang
Keluarga Besar MTD Trunojoyo

Budaya ter-Ater yang dulu hampir tiap tahun diadakan oleh masyarakat pada umumnya di Jawa utamanya di Madura, kini sudah mulai terkikis, hidup rukun bertetangga saling mengantar hasil olahan makanan setiap moment lebaran Id dan hari lebaran 7 hari yang dikenal dengan hari raya ketupat.

Melalui MTD Trunojoyo budaya yang punah, hampir punah ataupun yang masih dilakukan kini sudah mulai di hidupkan dan dilestarikan kembali, apalagi budaya tersebut mengandung budaya yang punya makna filosofi tinggi, sehingga mau tidak mau harus dipaksa dihidupkan dan dilestarikan kembali agar tidak hilang.

Menurut Budayawan MTD H. Daiman Ada 7 ter ater (tenong atau tepsi) mengingat ini ter-ater ke sang Raja maka alangkah baiknya Nyi ageng nyo’on dengan kepala tiap tenong atau tepsi start dari gerbang pendopo sampai masuk pendopo harus berjalan kaki, tentunya olahan dan hiasan terbaik untuk diberikan kepada sang raja, dalam hal ini yang berperan adalah Bapak Bupati Sampang.

Sebelum berangkat di Pebabaran harus didoakan terlebih dahulu, sampai di Pendopo juga harus didoakan agar setiap makanan yang disajikan bisa barokah untuk kita dan untuk kebaikan seluruh rakyat Sampang dan negeri ini, karena makanan yang didoakan dan dibagikan merupakan sebuah simbolik dari MTD untuk semua.

Bupati Sampang menyambut kedatangan keluarga besar MTD Trunojoyo di Pendopo Trunojoyo, dengan didampingi Ibu Bupati keluarga besar MTD dipersilahkan untuk masuk memberikan hantaran dan dipersilakan duduk untuk sekedar ramah tamah, doa dan diakhiri foto bersama, setelah itu kita kembali ke Pebabaran Trunojoyo untuk makan ketupat bersama, tidak lupa juga didampingi oleh beberapa petugas keamanan.

Tinggalkan komentar