Catatan Perjalanan Perjuangan MTD Trunojoyo

Para Ketua MTD Trunojoyo

Perjuangan yang tidak mudah dan cukup melelahkan jika ukurannya adalah sebuah pengorbanan untuk khalayak banyak, satu visi dan satu misi untuk sebuah pencapaian yang nantinya membangun kota kelahiran Sampang, tentunya di bidang Seni dan pelestarian budaya lokal warisan leluhur, dan tentunya ini menjadi sebuah harapan semua orang Sampang, meskipun kadang harus dimulai darimana.

MTD lahir dari Bapak Hasbullah yang berlatar belakang militer, orang asli Pamekasan yang tinggal di Surabaya, Bapak Hasbullah adalah inisiator dan pendiri Madoera Tempo Doeloe, saat ini beliau menjabat sebagai ketua umum MTD menaungi beberapa Kabupaten yang ada di Indonesia selain Madura (Kecuali Sumenep belum ada).

Awal mula Bapak R. Bagus Sulthon memegang komando untuk daerah Kabupaten Sampang, SK dan administrasi lainnya sudah diberikan oleh Bapak Hasbullah untuk menjalankan roda organisasi MTD di Kabupaten Sampang, namun karena kesibukannya roda organisasi ditubuh MTD ini lambat berjalan.

Dan sampailah pada pertemuan ke tiga tokoh Bapak Bagus Sulton, R. Achmad Fauzan di rumah kediaman H. Daiman, H. Daiman adalah Ketua Lesbumi NU Sampang, bertepatan dengan akan diadakannya kegiatan Rokat Tase’, maka waktu itu MTD ikut nimbrung berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan itu cukup besar mengundang banyak orang datang mengunjungi dan menjadi perhatian umum, sehingga nama MTD cukup banyak dibaca orang Sampang karena kegiatan tersebut adalah salah satu yang mengangkat budaya lokal.

Dan agenda selanjutnya waktu itu segera membentuk struktur organisasi MTD Trunojoyo untuk bisa segera merealisasikan visi misi organisasi, dihadiri oleh 5 orang yang awalnya ketua adalah Bagus Sulton kepada H. Daiman, namun H. Daiman menolak karena banyak rangkap jabatan, jadi beliau berdua menunjuk R. Achmad Fauzan untuk menjadi ketua, meskipun waktu itu orangnya tidak hadir, namun diinformasikan melalui pesan, dan beliau bersedia.

Agenda pertama dibawah ketua R. Achmad Fauzan langsung menghadap ke Bupati Sampang untuk memperkenalkan dan sekaligus menjadi Pelindung di MTD Trunojoyo, setelah itu ke Disporabudpar memohon ijin untuk merawat Pebabaran Trunojoyo, dan yang terakhir ke Arsip Daerah terkait data pengajuan Kepahlawanan Trunojoyo menjadi Pahlawan Nasional.

Sampai saat ini Pebabaran sudah ada yang merawat khusus dari MTD, ditanami bunga yang indah, suasana tempat sudah nampak rindang, sudah dipasang listrik, tinggal pengembangan hiasan dan informasi berupa gambar atau lainnya tentang seni budaya dan sejarah Sampang untuk memberikan pengetahuan bagi pengunjungnya.

Tinggalkan komentar