
Dalam beberapa hari ini awan sudah tidak cerah lagi dan hampir merata di setiap daerah di Indonesia, awan mendung meluapkan isinya dengan air, awan mendung menumpahkan isinya membasahi bumi.
Tepat di hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 yang bertepatan dengan libur nasional Pilkada, sungai di Sampang sekitar sudah menunjukkan akan meluapkan isinya yang sudah tidak terbendung lagi untuk ditampung, sehingga hari ini di hari kamis 10 Desember 2020 sudah menunjukkan dampaknya, air sudah ada di mana-mana untuk mengalir ke dataran rendah lainnya.
Terbukti sudah pompa air yang ada saat ini belum bisa mempercepat aliran air ke laut, mungkin terlalu besar dan cepatnya air deras mengalir, tidak tampak seorangpun pemangku kebijakan yang memprediksikan dengan benar, luput dari perkiraan, hingga saat ini kesannya adalah mendadak dengan musibah banjir ini.
Kota Sampang sudah mulai merata terkena banjir, yang biasanya tidak terdampak sekarang mulai terdampak dan mungkin akan lebih meluas lagi, sebagian besar masyarakat Sampang “Merindu” Dengan adanya banjir ini, namun disisi lain ini adalah musibah yang menghambat perekonomian rakyat dan roda Pemerintahan.
MTD Trunojoyo saat ini mulai melakukan gerakan untuk membantu masyarakat yang terdampak dengan menyiapkan ratusan nasi bungkus yang akan disebarkan untuk korban banjir, ini musibah yang datang tiba-tiba meskipun Sampang sudah lama tidak mengalami banjir, ini banjir diluar prediksi masyarakat Sampang karena mereka selama ini hanya mengacu karena ada pompa air yang notabene mempercepat aliran air ke laut.
Jika hari ini adalah musibah, MTD berinisiatif untuk mengajak seluruh elemen-elemen yang ada di masyarakat Sampang untuk bahu membahu membantu korban banjir sesuai dengan kemampuan, bisa berupa uang, tenaga, dan bantuan lainnya untuk kita bagikan ke masyarakat terdampak banjir.