
Sudah sekian tahun lama Sampang tidak mengalami banjir, karena pompa air selama ini sudah bisa menangani banjir dengan cepat, namun hari ini diluar prediksi semua orang, mungkin sungai sudah mulai dangkal dan tidak pernah dikeruk dan pada akhirnya banjir meluas merata ke daerah yang tidak pernah digenangi air.
Tanggap darurat yang diinisiasi oleh H. Daiman sebagai ketua Lesbumi PCNU Sampang untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, Haji Daiman mengajak semua elemen organisasi untuk bahu membahu saling membantu demi meringankan beban Pemerintah.
Dari ajakan tersebut MTD Trunojoyo melalui Nyi Ageng ikut membantu memasak di dapur darurat yang beralamat di Jalan mutiara 105 Sampang, dari Bu Ana, mbak Yuli dan Bapak Bagus terlibat didalamnya untuk segera membungkus dan mengirimkan ke seluruh penjuru masyarakat terdampak banjir.
Target 1000 bungkus untuk masyarakat Sampang, karena banjir ini diprediksi akan 3 hari lamanya, masyarakat yang terdampak banjir dipastikan tidak bisa untuk belanja tidak akan sempat bisa keluar, karena mereka akan sibuk mengamankan barang milik pribadi di rumah masing-masing, bukan tanpa alasan banjir kali ini terkesan dadakan dan mengagetkan semua orang hingga banyak yang tenang dan terkesan biasa.
Namun kita harus melihat banjir merata dimana-mana utamanya di kota Sampang, yang biasa tidak terdampak banjir, kini banyak dari masyarakat harus merasakan dampaknya banjir yang menyeluruh hampir di kota Sampang tanpa ada persiapan yang cukup sebelumya.