
Salah satu rumah bersejarah yang sebelumnya kurang terawat, saat ini perlahan mulai difungsikan kembali, melalui MTD Trunojoyo kini Pebabaran Trunojoyo menjadi banyak tanaman rindang dan indah, ini tidak lepas dari Ibu Siana yang menanam dan merawat tanaman di Pebabaran, selain itu juga ada Arif, Diah, Hj. Kiptiyah dan anggota MTD lainnya yang sudah memberikan sumbangan tanaman dan tanaman obat (Toga) untuk ditanam di Pebabaran Trunojoyo.
Keberadaan sumur di Pebabaran juga menjadi ajaib, menurut informasi warga sekitar Pebabaran sumur yang sebelumnya sudah tidak ada airnya, namun setelah didoakan acara ritual chok Bhumi air itu tiba-tiba ada sumber air memancarkan sumbernya, air yang semula mampet saat ini bisa ada lagi dan bisa digunakan untuk menyiram tanaman yang ada di Pebabaran Trunojoyo.
Kini sumur itu harus kembali dikuras untuk dibersihkan, inisiasi para ketua MTD Trunojoyo direspon positif oleh Nyai Welad untuk membiayai penuh, dari mulai konsumsi pekerja dan sewa alat penguras, semua ini tidak lepas dari ketulusannya untuk leluhurnya dan sang Pahlawan Madura Trunojoyo.
Dibantu oleh Pak Slamet sebagai juru kunci dan Lora Syaifur pekerjaan menguras sumur alhamdulillah berjalan lancar, dan ditemukan adanya 2 sumber yang tertutup oleh bebatuan.
Menurut orang-orang terdahulu air sumur di Pebabaran mempunyai khasiat untuk menetralisir energi negatif dan menyembuhkan segala macam penyakit, untuk itu melalui MTD Trunojoyo nantinya akan dikelola airnya untuk bisa memberikan manfaat kepada masyarakat banyak tentunya, untuk saat ini masih proses penjernihan air agar bisa siap minum nantinya.