
Bertepatan dengan hari sumpah pemuda hari rabu 28 Oktober 2020 jam 19.00 WIB (Baghda Isya’) Masjid Al-Ijtihad merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana nampak meriah, warga Ju’lantemg berbondong-bondong datang untuk memeriahkan untuk bersama-sama bersholawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Dalam sesi acara Maulid Nabi Muhammad SAW warga Ju’lanteng ternyata dikejutkan oleh kedatangan penceramah dari Kabupaten Pamekasan yang mempunyai nasab dari Kabupaten Sampang, ini sangat menarik menurut salah satu warga Haji Daiman, karena ceramah agama juga berbicara tentang budaya.
Beliau adalah KH. RP. Thariq bin Syahrani bin RP. Achmad Sadiq bin RP. Abdul Gafur, sang tokoh ulama tersebut ternyata keturunan warga kelurahan Banyuanyar, tepatnya beliau pernah tinggal di jalan Mutiara Sampang, masih ada hubungan darah dengan R.P Ismail, karena sebelum memulai ceramah beliau memohon ijin dan meminta maaf terhadap pamannya yakni R.P Ismail.
Warga Ju’lanteng sangat antusias mendengar ceramah KH. R.P Toriq karena selain banyak memberikan pemahaman dan pencerahan tentang agama dan budaya, cara menyampaikan pun mudah dipahami dengan bahasa yang sangat sederhana.
Yang sangat dikagetkan sebenarnya beliau merupakan salah satu anggota grup Madoera Tempo Doeloe, dengan otomatis karena beliau adalah warga Pamekasan, tentunya merupakan bagian MTD Pamekasan Hebat, namun tidak menutup kemungkinan bisa saja suatu saat bisa bergabung dengan MTD Trunojoyo.
Ini pentingnya belajar sejarah dan budaya, beliau sebagai salah satu tokoh ulama dan budayawan tidak pernah melupakan riwayat para leluhurnya, hingga tulisan ini dimuat, inilah sosok tokoh ulama dan budayawan yang sebenarnya dicari oleh MTD, mungkin di acara MTD berikutnya bisa kita datangkan, ucap Haji Daiman.