
Berbicara sejarah dan budaya, kita tidak bisa lepas dengan nama-nama para leluhur kita, perjuangan leluhur kita yang sampai saat ini masih bisa dirasakan oleh masyarakat pada umumnya, meskipun dalam sebuah perjalanannya kadang ada kontradiksi yang selalu menyertai, namun itu merupakan bagian kehidupan yang harus dilalui.
Sampang merupakan salah satu Kabupaten di Madura bagian dari Provinsi Jawa Timur yang banyak mempunyai abdi negara (ASN) dari luar daerah, konon orang Sampang memang dari sejak dahulu kala suka berdagang daripada menempuh pendidikan, oleh karena itu tingkat SDM orang Sampang kurang kompetitif untuk menjadi abdi negara, ditambah lagi memang gaji abdi negara jaman dulu terbilang kecil.
Banyaknya orang luar Sampang yang menjadi pejabat di Sampang sangat berdampak luar biasa dalam kehidupan masyarakat Sampang dari berbagai sektor, sepertinya Sampang ketinggalan jauh dari kota-kota yang lain, dari Sektor Pendidikan, Kesehatan, Perekonomian, Politik dan budaya, seolah tidak bersaing dari kota yang lain, sektor pendidikan dulu sempat masuk terendah ke-2 setelah Papua.
Saat ini Kabupaten Sampang dipimpin oleh Bupati asli putra daerah, asli desa Kaseneh Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, berangkat dari seorang pengusaha sampai menjadi DPR RI, dan sekarang ini telah menjabat Bupati Sampang yang langsung dipilh langsung oleh rakyat.
Bupati Sampang dalam banyak forum sering mengungkapkan “Saya Ingin Membangun Sampang lebih baik, Hebat Bermartabat” Saya tidak ingin mencari uang untuk memperkaya diri saya pribadi, Saya ingin Sampang maju berkembang pesat di semua sektor, tapi tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan butuh proses yang harus dilalui secara bertahap, Ujar H. Slamet Junaidi (Bupati Sampang)
Ucapan Bupati Sampang tidak hanya isapan jempol belaka, semua terkonsep dan mulai terkoneksi satu sama lain, melalui Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang banyak beranggotakan Doctor dan Profesor semua seolah tidak bisa berkutik memainkan anggaran seenak jidadnya, semua OPD harus benar-benar berpikir lebih keras lagi untuk efisiensi anggaran tepat sasaran.
Mayoritas masyarakat Sampang saat ini sudah mulai merasakan dampak pembangunan insfrastruktur dan birokrat pelayanan, dari mulai membuat KTP yang mudah dan cepat, Perijinan, taman kota yang indah, dan lampu kota yang gemerlap di malam hari.
Semua sudah mulai tertata dan terkoneksi dengan baik, salah satu warisan peninggalan sejarah adalah Rumah Sejarah di Pebabaran Trunojoyo yang kini sudah mulai dilirik oleh kalangan banyak orang dan sudah mulai masuk perencanaan revitalisasi untuk tahun depan secara bertahap dimulai dari pagar, gerbang dan fasilitas umum.
Dalam hal ini MTD Trunojoyo sebagai Mitra Pemerintah juga ikut urun rembuk untuk perkembangan nanti rute paket wisata religi dan kuliner di kota Sampang, karena sebagai pemerhati sejarah dan budaya di Sampang, MTD seringkali menggali dan melestarikan budaya yang hampir hilang dari peradaban.
Sudah saatnya Kabupaten Sampang yang mempunyai Pemimpin Putra Daerah dan juga peduli terhadap Sampang ini harus segera direalisasikan program pro rakyat sehingga menjadi Sampang Hebat Bermartabat, semua elemen harus dirangkul untuk bersama-sama bahu membahu untuk kepentingan masyarakat banyak, jangan biarkan keinginan luhur Bupati Sampang dan rakyat yang peduli Sampang yang lebih baik dinodai dan dikotori oleh kepentingan sesaat, sudah saatnya Kabupaten Sampang unggul di segala bidang untuk kemaslahatan masyarakat Sampang.