Hakekat Tujuan Hidup Manusia

Tempat Ari-Ari Nila Prawata

Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, tidak ada yang salah dan terus salah selamanya dan tidak ada yang benar dan terus benar selamanya, dalam sebuah perjalanan kehidupan manusia pasti akan menemukan keduanya dan saling melengkapi, karena kisah kehidupan ini merupakan dualitas alam semesta.

Ada panas ada dingin, ada siang ada malam, ada perempuan dan laki-laki, dan banyak hal lain yang bisa diurai secara logika untuk melengkapi satu sama lain, menjadi manusia adalah sebuah proses jalan hidup menuju kebenaran hakiki, selama menjadi manusia kebenarannya sangat relatif, untuk menuju kesana harus melewati rintangan dan kendala yang akan membentuk karakter manusia, karena baik dan buruk itu sangat relatif.

Saat ini bisa saja apa yang dianggap kita sebagai manusia adalah hal yang benar, namun dikemudian hari bisa saja dianggap salah, kebenaran akan berproses untuk suatu yang lebih baik, karena kualitas keinginan dan kepentingan manusia terletak pada hal yang bermanfaat bagi semua manusia, kemaslahatan umat beragama, dan pada akhirnya menyatu dengan sang Pencipta, itu yang disebut dengan keinginan luhur.

Namun sangat disayangkan masih banyak manusia dalam proses perjalannya kehidupan berprinsip untuk mencari hal yang berlebihan dan tidak akan pernah ada cukupnya untuk selalu mencari untuk kepentingan pribadinya, hingga keinginan yang lebih luhur terabaikan.

Manusia banyak menimbun atas dasar eksistensi diri, keserakahan demi harta tahta wanita, semua hal itu adalah sebuah tipu daya dunia yang membuat manusia larut didalamnya, lupa akan tujuan utamanya menjadi manusia seutuhnya.

Pada dasarnya tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan, kebahagiaan berbeda dengan kesenangan, kesenangan adalah keterikatan kita terhadap hal diluar diri kita, kebahagiaan adalah hal yang tumbuh didalam diri kita, dengan cara membantu orang lain atau memberikan bantuan apa yang dibutuhkan, karena tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah.

Kebahagiaan adalah hal yang stabil karena tumbuh didalam diri setiap manusia, benturan diluar diri tidak bisa mengubah rasa kebahagiaan itu, jika benturan itu bisa mengubah rasa kebahagiaan itu, berarti memang kita belum sampai pada rasa kebahagiaan yang hakiki.

Setiap benturan yang terjadi terhadap pada diri manusia adalah merupakan bagian proses perjalanan manusia untuk lebih baik secara mental dan pembentukan karakter setiap manusia, untuk itu setiap apa yang dirasakan emosi dalam jiwa harus mampu dikendalikan dengan baik oleh setiap manusia, karena itu merupakan sebuah proses pematangan jiwa.

Akibatnya setiap rasa yang tidak bisa dikendalikan akan menimbulkan penyakit hati bagi manusia, iri, dengki, dendam dan lain sebagainya, semua itu adalah energi negatif yang perlahan harus dihilangkan didalam diri manusia, karena bisa berakibat fatal terhadap kesehatannya sendiri dan orang lain.

Kebenaran manusia tidak mutlak, semua harus berproses dan terus berproses untuk mengenal jati diri manusia itu sendiri, kualitas manusia ditentukan oleh keinginan luhurnya untuk kemaslahatan umat manusia, jangan nodai keinginan itu untuk suatu kepentingan yang bersifat sesaat, karena Kebenaran yang mutlak dan hakiki adalah milik Sang Pencipta Alam Semesta.

Tinggalkan komentar