
Dalam organisasi apapun, sebuah kegiatan tidak lepas dari banyak ide banyak pendapat yang seringkali terjadi gesekan yang berpotensi memecah belah atau merusak suasana dalam kegiatan tersebut, ini salah satu membuktikan ada ego sektoral yang merasa dan dirasa pas menurut versi masing-masing.
Tidak mudah untuk bisa menyatukan setiap karakter individu dari berbagai latar belakang yang berbeda, semua tidak lepas dari kepentingan pribadi mereka yang harus unggul daripada yang lain, karena setiap individu secara tidak langsung memperebutkan posisi selalu ingin didepan.
Dinamika sosial ini selalu terjadi dan akan terjadi dimana saja dalam sebuah organisasi, karena memang sudah sangat alamiah benturan ide agar bisa direalisasikan ke dalam sebuah rencana yang sudah disusun sedemikian rupa, orang yang berpengalaman dan tidak berpengalaman ikut berperan dalam dinamika sosial ini, semakin aktif maka organisasi ini akan semakin maju karena sudah melewati proses yang matang atau sebaliknya organisasi bisa hancur lebur dan tercerai berai karena kokohnya pendirian setiap individu yang tidak bisa disatukan lagi sehingga lahirlah Geb yang memisahkan diri antar kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.
Di tengah-tengah itu harus ada orang yang mempunyai karakter kuat dalam memberikan mediasi sehingga organisasi bisa berjalan sesuai dengan visi misi yang sudah disepakati, setiap individu harus melepas ego sektoral masing-masing untuk kemaslahatan sebuah organisasi dan berjalannya organisasi.
Aku bukan siapa-siapa, kamu juga bukan siapa-siapa, apalagi kalian bukan siapa-siapa tanpa adanya organisasi ini, mari jalin dan satukan kembali tekad dan keinginan luhur yang hampir lusuh ini untuk bersama membangun nusa dan bangsa dimulai dari karakter kita sebagai individu yang peduli terhadap bangsa ini, dari kita oleh kita untuk kita, semua akan kembali kepada diri kita sendiri.