Nyi Ageng Beraksi dengan Budaya Ter Ater Tajhin Sorah

Nyi Ageng dan Ki Ageng Trunojoyo

Budaya yang hampir hilang kini mulai dilakukan kembali oleh MTD Trunojoyo Sampang, dimana budaya saling antar atau dikenal Ter Ater ke tetangga juga kolega menjadi budaya yang biasa dilakukan kita terdahulu agar bisa tercipta kerukunan antar umat beragama dan juga tetangga atau kolega.

Diawali oleh Nyi Ageng Trunojoyo membuat Tajhin Sorah atau Bubur di bulan Syuro menginspirasi kita semua masyarakat Sampang agar bisa menghidupkan kembali budaya Ter Ater, selain berbagi hasil masakan juga menyambung erat tali silaturahim dengan kolega dan tetangga sekitar.

Budaya Ter Ater adalah budaya sosial masyarakat Jawa dan Madura pada umumnya yang dilakukan pada moment tertentu, selain menyambung tali silaturahim kepada masyarakat luas budaya ini bisa menjadi niat luhur kita mudah tercapai atau bisa lebih dekat, karena ini adalah salah satu bentuk sedekah slametan, semakin banyak orang yang mendoakan semakin dekat pula kita dengan tercapainya keinginan kita.

Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Nyi Ageng Trunojoyo merupakan bentuk pakem yang sudah sering dilakukan oleh para pendahulu kita, di jaman ini sangat tidak biasa lagi budaya Ter Ater karena mungkin perkembangan teknologi sehingga melestarikan budaya dianggap suatu hal yang langka bagi sebagian besar orang, hingga kita kadang jauh dari nilai-nilai budaya leluhur.

Ditinjau dari filosofis budaya Ter Ater ini merupakan sebuah bentuk budaya yang sangat dalam maknanya, dari niat saja merupakan keinginan luhur, setelah itu membuat masakan yang dalam bulan ini menunya adalah Tajhin Sorah (bubur) di bukan syuro yang akan diberikan merupakan bentuk sedekah, dan sebelum itu didoakan agar masakan itu menjadi berkah dan barokah bagi yang menikmati hidangan, dan selanjutnya menyambung tali silaturahim dalam kehidupan sosial dimulai tetangga, kolega dan mungkin teman sejawat lainnya, semua mempunyai makna filosofis didalamnya dan akan kembali pada orangnya.

Untuk itu kegiatan ke depannya bisa dilakukan budaya ini yakni Ter Ater di setiap moment istimewa utamanya moment bulan yang dianggap kramat atau suci oleh umat beragama Islam, selain slametan mendoakan untuk para leluhur kita dan kepemimpinan Sampang ke depannya, juga bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan komentar