Orang memanggilnya “Nyi Ageng Trunojoyo” Untuk para perempuan MTD Trunojoyo Sampang

Nyi Ageng Trunojoyo

Sebelum disahkan dan dideklarasikan para perempuan yang ada di MTD Trunojoyo sering disebut Kartini Trunojoyo, dimana nama Kartini adalah simbol dari kepahlawanan orang Jawa Tengah dan orang tidak ada sangkut pautnya dengan Madura.

Berawal dari Ba Daiman atau Haji Daiman yang dengan lugas mengusulkan kepada para perempuan MTD Trunojoyo saat pertemuan di Pababaran Sampang, yang kemudian didiskusikan oleh para perempuan MTD Trunojoyo hingga pada akhirnya disepakati nama Nyi Ageng, nama ini tidak serta merta diambil begitu saja, karena nama ini ada sangkut pautnya dengan nilai historis para raja di Madura.

Dengan nama Nyi Ageng Maka lahirlah julukan baru untuk para perempuan MTD Trunojoyo menjadi Nyi Ageng Trunojoyo, sebuah nama yang pas di hati dan hampir tidak ada tekanan bathin dalam jiwa para perempuan MTD Trunojoyo, nyaman dan sejuk yang dirasakan oleh mereka, salah satunya Mi Sisi, Juwita dan Yuli mengungkapkan rasa itu.

Rencana yang harus dipangkas oleh panitia acara Tirakatan Menuju Kemerdekaan, mendeklarasikan nama Nyi Ageng Trunojoyo didepan para undangan lainnya harus dibatalkan karena durasi waktu yang tidak memungkinkan, untuk itu akan ada pertemuan kembali khusus Nyi Ageng Trunojoyo untuk program yang diembannya.

Untuk jangka panjang ke depannya khusus Nyi Ageng Trunojoyo akan berkarya lewat Ronjhengan dan seni musik lainnya, disamping untuk membudayakan dan melestarikan budaya, mengenalkan kembali juga mensosialisasikan kepada masyarakat budaya yang hampir hilang ditengah hiruk pikuk budaya asing yang datang, orang Indonesia harus menjadi orang Indonesia dengan banyak suku, sukses dan teruslah melangkah Nyi Ageng Trunojoyo.

Tinggalkan komentar