MTD, Gelar Tirakatan Menuju Kemerdekaan Pangeran Trunojoyo

Ketua MTD Trunojoyo Sampang,
Raden Achmad Fauzan.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian madura tempoe doeloe (MTD) Sampang dalam mengenang Perjuangan Pangeran Trunojoyo dan dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonseia (HUT) RI ke -75 di tahun 2020.

Minggu (16/08), MTD menggelar acara tirakatan yang berlokasi di Pebabaran, jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang yang dikenal sebagai tanah kelahiran pangeran Trunojoyo.

Dalam acara tirakatan tersebut, MTD Sampang berupaya mengenalkan kembali kepada seluruh masyarakat Sampang tentang keberadaan pangeran Trunojoyo yang merupakan salah satu tokoh pejuang yang sempat mendukung kemerdekaan.

Dalam acara tirakatan tersebut MTD juga mengajak masyarakat untuk mengenang kembali jasa-jasa pangeran Trunojoyo dalam melawan penjajah belanda yang telah bekerja sama dengan kerajaan mataram.

Tema yang kami ambil adalah tirakatan Menuju Kemerdekaan Pangeran Trunojoyo, karena pangeran Trunojoyo merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang selama ini kurang di ketahui oleh Publik.

‘Sehingga acara kali ini juga merupakan doa dari kami MTD dan masyarakat Sampang agar pangeran Trunojoyo masuk dalam Pahlawan Nasional,”ujar Ketua MTD Sampang H. Raden Fauzan.

Dalam menyambut kemerdekaan RI ke – 75 ini merupakan momentum yang tepat dalam melaksanakan kegiatan ini, dari kegiatan ini kita merangkul masyarakat sampang bahwa Kabupaten Sampang memiliki pahlawan nasional yakni pangeran Trunojoyo.

“Dipusat usulan kami sudah masuk, dan setelah kami kordinasi juga dengan ibu gubernur Jatim Khofifah, ternyata ibu gubernur sangat mendukung,” terangnya.

Dari hasil kordinasi kami dengan ibu Gubernur, selain Pangeran Trunojoyo yang diusulkan sebagai pahlawan nasional, Ibu Gubernur juga meminta agar Gusdur juga diusulkan sebagai pahlawan Nasional

“Usulan masih proses, semoga bisa segera ada keputusan dari pemerintah pusat,” harapnya.

Pangeran Trunojoyo merupakan sebuah simbol Kabupaten Sampang, sehingga sampang memiliki sejarah yang luar biasa. Sehingga tradisi ini bisa dijadikan sebuah tradisi yang bisa membawa kejayaan kabupaten sampang.

“MTD merupakan sebuah organisasi masyarakat yang terstruktur secara vertikal, selain disetiap kabupaten ada, di Provinsi Jatim ada, bahkan di pusat juga ada. Dalam acara kali ini ketua MTD Jatim Hasbullah Wijaya turut hadir dalam acara ini,” pungkasnya. (Rif)

Tinggalkan komentar