DARAH DARAH TUMPAH (Karya : Ach. Buchori)


Tak perlu protes bung !
Darah, darah tumpah deras
Bau anyir ke lorong pelosok kampung
Tuk menyeru sabda alam merdeka
Takbir takbir bergema usir penindasan
Namun tersingkir kini, terjungkir
Meja mengkilat kuasahi mereka
Kursi kursi empuk cuma permainan
belaka
Entahlah siapa di balik semuanya
Jalanan mengkilat hak siapa?
Coboy dan cukong cukong beraksi di balik bebatuan
Hamba sahaya pandang sayu layu
Tak kuasa nikmati kertas mulus mengkilat
Cuma kantong usang terisi kepingan
ketengan
Usah protes bung!
Gunung dan hamparan sawah menguning
tercabik cabik moderenisasi
Hutan belantara, buldoser merayap
mengoyak ngoyak akar pohon kehidupan
Daun daun berguguran berserakan
Banjir bebas melabrak hidup insan
Belungsukan ke lorong pasar pojokan
Sanggupkah?!
Hamba sahaya minggigil tak ber
selumut
Tetapi disana tak terusik, pandang tenang
Se tenang burung berkicau di pagi subuh
Masih asyik dengan programnya
Entah program apa?
Untuk siapa?

Sampang–Surabaya,3-3-2020
Paseyan Sampang Madura

Tinggalkan komentar