
Beribu-ribu pola tingkah berhamburan
Dari ruang ruang bilik kehidupan
Dingin,acuh tak acuh dalam bakti diri
Se dingin kabut di tengah malam sunyi
Pola tingkah umat hanyut dilanda keangkuhan diri
Emoh patuh mengabdi diri pada Ilahi
Senantiasa cuci diri hindari rasa resah nan kecewa
Hasrat berlari dari rasa keluh kesah
Dikolong langit seluruh ciptaan ilahi
Tak perlu pojokkan makhluq itu…
Setiap yang melata pasti berbagi kewajiban
Sang Pencipta lebih Maha bijaksana
Dan Maha Adil dalam segala
Berjuta juta pola tingkah mencibir nikmatNYA
Tanpa sadari diri penuh rasa congkak menjijikkan
Insan cuma bisa menuntut nyaman belaka
Namun emoh bersimpuh dan beryukur dalam sujud
Apakah demikian itu hakikat insan?
Nikmat mau,tapi enggan taat perintahNYA?
Sejatinya manusia tak di tunggangi hawa nafsu dalam hati
Sungguh semua makhluq cuma jalani tugas dan kewajiban
Kini pakar dan teknokrat peras otak dahsyat
Hanya sebatas rambu-rambu ikhtiar semata
Tak berhak berkuasa pasti
Seluruh alam semesta dalam genggaman taqdir ilahy
Angin bertiup mengitar hutan belantara, menegur pola tingkah insan
Takjub ,termangu merana…
Terhenyak dalam mimpi haqiqi
Tak kuasa melangkah tuk setitik solusi
Tanpa dorongan daya kekuatan kehendakNYA
Hanya pasrahkah?
Tidak,tidak mungkin cuma menyerah Wajiblah tercurah kepastian langkah
Pasrah tanpa ikhtiar,itu putus asa
Tak patut berputus asa bagi insan
Dibalik larut malam terdengar sayu sayup
Deburan gelombang ombak menderu
lantang
Laksana suara jeritan umat zaman kini
Jeritan lidah-lidah munafiq…
Buram dalam menempuh hidup
Rapuh rasa iman didalam jiwa
Tiada kendali perinsip pengukir hidup
Kemanapun angin bertiup disitu arah berpijak
Maklumlah jiwa munafiq
Kalaulah terjadi peristiwa nan dahsyat
Seluruh alam ribut,berdiskusi akbar
Bak sandiwara dipentas alam
Semua saling tuding menuding
Tak jelas awal dan akhir
Pola pikir berkiblat pada teknologi
super canggih
Seolah enggan takluk pada takdir
Dunia tercipta dalam takdir Ilahi
Paseyan Sampang
19 Mei 2020