Mengenal Tokoh Budayawan Buchori Sang “Sastrawan” MTD Trunojoyo

H. Daiman dan Bapak Buchori

Banyaknya tokoh yang low profile membuat publik tidak banyak tahu siapa yang disebut tokoh sejarah dan tokoh budaya, mereka lebih banyak berdiam diri tanpa harus orang banyak tahu tentang dirinya, berkarya dan terus berkarya dengan hasil nyata dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Salah satunya adalah Bapak Buchori, siapa sangka sosok ini mempunyai banyak karya sastra yang tertulis tangan dan hanya beberapa saja yang berhasil diterbitkan kerjasama dengan penerbit Bogor, bertempat tinggal lumayan jauh dari perkotaan tidak menghalangi ia untuk berkarya membuat puisi, novel dan banyak lainnya tentang sastra.

Buku yang dihasilkan Bapak Buchori banyak menceritakan tentang pengalaman hidupnya yang penuh dengan lika-liku, bagaimana orang Madura dilihat sinis oleh orang luar Madura, Ia menulis dan membuktikan bahwa orang Madura tidak seperti orang luar Madura persepsikan tentang orang Madura yang katanya keras, suka carok dan lain sebagainya, dengan sebuah karya tulis melalui buku Bapak Buchori ingin menyampaikan kepada publik bahwa orang Madura, budaya Madura tidak seperti yang dibayangkan oleh mereka yang melihat hanya sisi luarnya saja.

Ketika menceritakan proses pembuatan sebuah karya tulis, ia melanjutkan mengisahkan bahwa ia bisa menulis ketika waktu senggang saat berdiam diri dan tidak ada melakukan pekerjaan yang dilakukan, hampir setiap hari waktu luangnya digunakan untuk membuat karya tulisan dengan variasi tema tentang kehidupan, cinta, budaya dan sejarah.

Selain menulis Bapak Buchori mempunyai banyak koleksi barang antik dan pusaka lainnya, konon barang yang didapatkan tidak sengaja ia temukan, karena banyak yang datang melalui mimpi dan datang dengan sendirinya, batu dorpal, keris juga tombak menjadi bagian koleksinya.

Setelah ditelusuri ternyata sanad keturunan Bapak Buchori tidak terlepas dari leluhurnya yang memang keturunan orang penting di jamannya, seperti yang sekarang masih ada hubungan saudara dengan H. Hisan dan Kepala Desa Paseyan yang saat ini menjabat, semua terbuka ketika Haji Daiman melakukan kunjungan ke kediaman Bapak Buchori yang juga merupakan bagian organisasi Madoera Tempo Doeloe Trunojoyo.

Tinggalkan komentar