
Melestarikan dan mengembangkan objek wisata di Madura merupakan salah satu visi misi organisasi Madoera Tempo Doeloe, banyak anggota yang tergabung dalam akun media sosial di FB ataupun WA grup, Orang-orangnya pun dari berbagai daerah luar Madura juga banyak.
Namun hanya beberapa orang saja yang peduli terhadap sejarah budaya dan mengembangkan objek wisata di pulau Madura, banyak dari anggota yang ingin mengambil keuntungan pribadi ataupun golongan dari grup Madoera Tempoe Doeloe ini, karena memang mereka pada dasarnya bukan pecinta sejarah dan budaya, hanya ikut untuk mencari peluang, jadi sangat dimaklumi ketika mereka sangat materalis.
Dari berbagai elemen masyarakat tidak satu padu dalam satu grup Madoera Tempo Doeloe, banyak variasi dalam postingan mereka, ada hal yang berbau lucu, kuliner (yang tidak ada hubungan dengan khas Madura), bahkan politik yang mengandung SARA, sehingga tidak jarang admin kadang bingung dengan sendiri, sangat dilematis bagi admin grup disisi lain butuh anggota grup aktif, disisi lain tidak etis ketika grup harus tercemar oleh materi yang tendensi memecahkan antar anggota.
Tidak solidnya anggota grup di Madoera Tempo Doeloe ini dibuktikan tidak satu suara menyuarakan postingan tentang Pangeran Trunojoyo yang sudah dianggap Pahlawan oleh orang Madura karena melawan penjajahan VOC dan Kerajaan Mataram, petisi yang dibuat pun hanya beberapa yang menandatangani dari 20 ribuan anggota hanya 35 yang mau menandatangani, sangat miris grup ini yang diisi oleh kaum yang tidak peduli dengan sejarah dan budaya sendiri.
Mungkin butuh proses yang panjang untuk bisa menyatukan visi misi organisasi besar Madoera Tempo Doeloe, harus dimulai dari pengurus pusat selalu sosialisasi kan program kerja dan visi misi mengajak untuk peduli pada budaya warisan leluhur agar orang lebih memahami lebih jauh dan mendalam jati diri orang Madura, sangat ironi jika anggota dan pengurus di MTD ini tidak memahami sejarah dan budaya leluhur.