Mengenal Sosok Sang Tokoh Budaya “Bapak Bustomi” Pelipur lara

Bustomi, H. Daiman, Diana, Yuli, R. Fauzan

Banyak hal yang perlu digali dan dilestarikan untuk memberikan pemahaman kepada generasi ke generasi, budaya yang terdahulu seolah hampir punah, budaya yang harusnya menjadi acuan manusia untuk berbudi pekerti tata krama yang baik sudah dianggap tidak menarik lagi bagi kaum milineal masa kini.

Pengaruh westernisasi dijaman modern ini hampir mempengaruhi generasi muda milineal, dari segi pakaian, perilaku, bahkan tutur kata pun seolah tidak mencerminkan budaya leluhur kita, dimana mereka sudah tidak mengerti dan memahami budi pekerti luhur, cara bersikap terhadap orang yang lebih tua, mereka mayoritas menganggap sama ketika harus menghadapi berbicara dengan orang tua.

Bapak Bustomi banyak menceritakan tentang budaya leluhur kita di Madura, dari sejarah kerajaan, tutur kata dan bahasa orang Madura yang semakin hari semakin langka, butuh orang yang peduli untuk menggali dan melestarikan semua hal tentang budaya warisan nenek luhur.

Dalam tanya jawab pak Bustomi menjelaskan kenapa dan apa manfaatnya kita mempelajari sejarah dan budaya, Bapak Bustomi menjelaskan dengan gamblang bahwa Sejarah dan budaya merupakan karya besar warisan nenek moyang kita sebagai acuan manusia berbudi luhur, orang yang mempunyai jiwa seni akan sangat mudah memahaminya sebagai karya yang tidak bisa diukur dengan hal yang sifatnya materi.

Bapak Bustomi melanjutkan dengan memberikan ilustrasi, ketika saya diberikan mesin ketik oleh Ibu Ainun (Istri Habibi) dan ada orang ingin membeli dengan harga tinggi, apakah saya akan memberikan begitu saja?, tentu saja tidak, pemberian itu simbolik, ada nilai historis pada benda yang diberikan oleh Ibu Ainun tersebut, benda itu melebihi dari apapun.

Bapak Bustomi adalah seorang Guru teladan yang masih dan tetap sampai sekarang menjunjung tinggi idealisme, terbukti beliau menjadi Kepala Sekolah seharusnya 25 tahun yang lalu, karena baginya Jabatan amanah, bukan harus bayar atau menyogok untuk mendapatkan jabatan, ini salah satu bukti Bapak Bustomi sangat menjadi panutan orang-orang yang mengenalnya.

Pertemuan yang sangat singkat dengan kunjungan organisasi Madoera Tempo Doeloe ke Banyuates membawa banyak pelajaran yang berarti untuk sejarah dan budaya yang memang harus lebih digali lagi dan dilestarikan, selain itu suasana sangat interaktif disertai canda tawa dengan saling balas joke atau guyonan bahasa Madura.

Tinggalkan komentar