Belajar sejarah tidak serta merta kita menjadi syirik dengan budaya waktu itu yang mungkin tidak sama dengan budaya sekarang ini, atau agama yang berbeda di masa yang sudah lampau, salam dan tawasul mendoakan para leluhur kita, hingga bisa meneruskan tugas yang belum selesai di waktu itu dan mendapatkan barokah untuk kebaikan turunan kita nantinya bisa lebih baik.
Mungkin itu yang bisa disimpulkan diskusi kecil-kecilan dengan para tokoh budayawan MTD Trunojoyo Sampang, Bapak Afandi dan Bapak Haji Daiman juga Ketua MTD Trunojoyo Raden Achmad Fauzan dengan suguhan seadanya yakni kopi hitam dan camilan kacang di Lencak.
Dari hasil koleksi buruan Bapak Afandi banyak ditemukan Buku-buku yang hampir punah, ada 100 lebih koleksi buku dan akan bertambah terus, beberapa pusaka juga uang jaman terdahulu turut menjadi koleksi Bapak Afandi, Bapak Haji Daiman pun dengan banyak koleksi pusaka-pusaka bersejarah melengkapi untuk mengadakan Pameran di Kabupaten Sampang nantinya.
Dari apa yang sudah diperbincangkan banyak hal, ternyata situs-situs dan Makam yang dianggap keramat terdahulu banyak di Kabupaten Sampang, dibuktikan juga oleh tim Arsip Daerah Sampang yang menelusuri dan mendokumentasikan situs dan makam tersebut, ditemukan sekitar 300 lebih, ini sangat membuktikan bahwa Sampang adalah awal mula orang Madura berada pertama kali.
Dari Raden Segoro dan Ibunya yang dibantu Kiai Poleng itu lokasinya terletak di Banyuates Kabupaten Sampang, itu menurut banyak versi sejarah manusia pertama yang hidup pertama di tanah Madura, dari sana mulai berkembang dan beranak pinak di daratan Madura yang waktu dipisah oleh 2 gunung yakni gunung Geger Bangkalan dan Gunung Pajudan Sumenep.
Ini sangat ironi dan berbanding terbalik apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Imam Sanusi yang menyampaikan bahwa di Kabupaten Sampang sangat sedikit peninggalan situs bersejarah, tidak seperti Sumenep yang kaya situs bersejarah imbuhnya, apa yang dilontarkan oleh Bapak Imam Sanusi otomatis terbantahkan dengan pembicaraan Bapak Afandi dan Bapak Haji Daiman yang kaya dengan referensi dari sumber langsung orangnya maupun sumber dari hasil penelusuran serta buku.
Sampang mempunyai banyak tokoh-tokoh para raja dan juga tokoh ulama, bahkan ada ulama yang juga umaro’, Banyak yang harus digali lebih jauh lagi oleh para pecinta sejarah dimana seperti leluhur kita mengajarkan kepada kita, jangan lupakan sejarah untuk bisa saling menyambung sanad keilmuan untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta Alam semesta.