Tentang Madoera Tempo Doeloe dan Sumenep yang terpisah dari MTD

Logo Madoera Tempoe Doeloe

Madura adalah salah satu pulau yang terletak diujung timur Jawa dan merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur, Madura terdiri dari 4 Kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, jumlah penduduknya sekitar 3,6 Juta, luas pulau Madura kisaran 5200 Km2, kepadatan penduduk sekitar 700 Km2/jiwa.

Pendirian organisasi berbasis kebudayaan Madoera Tempoe Doeloe adalah salah satu bentuk kepedulian orang-orang Madura masih menghargai para leluhur terdahulu, melestarikan budaya dan kebudayaan bahwa leluhur kita dengan susah payah memperjuangkan tanah kelahirannya dari penjajahan dunia, peperangan, pemberontakan menjadi sebuah bentuk perlawanan para leluhur mempertahankan harga diri dan tanah milih kita.

Sebuah kesan dan pesan dari nenek moyang kita untuk anak cucunya nanti bisa menjadi lebih baik lagi, untuk itu kita yang muda butuh mendoakan para arwah leluhur dan belajar darinya tentang perjuangan bangsa, tentang kemerdekaan dan kebebasan kita hari ini adalah bentuk perjuangan oleh nenek moyang kita, belajarlah dari pendahulu kita tentang makna kehidupan dan arti perjuangan, karena itu akan membuat jiwa nasionalisme kita dalam satu tujuan dan melanjutkan perjuangan mereka yang belum selesai.

Bapak Hasbullah adalah satu pendiri Madoera Tempoe Doeloe sekaligus Ketua umum Madoera Tempoe Doeloe, inisiatifnya adalah mengajak orang-orang yang masih peduli terhadap sejarah dan budaya serta perkembangan Madura ke depannya, semua orang berkumpul di dalam satu wadah organisasi Madoera Tempoe Doeloe ini yang disingkat dengan MTD.

MTD didirikan pada tanggal 4 Mei 2019 dihadiri perwakilan tokoh Madura bertempat di Unira, sedangkan SK Menkumham keluar pada tanggal 17 September 2019, seharusnya ada 4 Kabupaten yang harus ada cabang kepengurusan sesuai dengan 4 Kabupaten yang ada di Madura yakni di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, namun Kabupaten Sumenep tidak ada kepengurusan MTD, cukup disayangkan karena ternyata Kabupaten Sumenep memilih memisahkan diri dengan nama yang berbeda yakni Sumenep Tempo Doeloe.

Tidak bisa kita saling menyalahkan satu sama lain bahwasan satu-satunya Kabupaten di Madura yang tidak ada kepengurusan MTD adalah Kabupaten Sumenep, mungkin disana sudah terlebih dahulu terbentuk hingga tidak ingin mengikuti yang baru berdiri.

Disisi lain ada expansi kepengurusan MTD diluar Kabupaten Madura, orang Madura yang berdomisili di luar kota Madura, salah satunya adalah yang dikenal dengan Pak Setia atau Haji Eka, beliau asli Pamekasan besar di Bangkalan sekarang berdomisili di Surabaya dan Sidoarjo, sekarang menjabat ketua MTD Sawunggaling di Surabaya.

Setiap Kabupaten di Madura mempunyai nama yang berbeda dalam penamaab Madoera Tempoe Doeloe, Bangkalan dikenal dengan MTD Lemah Duwur yang diketuai oleh Bapak Karsono, Sampang dikenal dengan nama MTD Trunojoyo yang diketuai oleh Bapak R. Achmad Fauzan, dan di Pamekasan dikenal dengan MTD Pamekasan Hebat yang diketuai oleh Bapak Iwan.

Madura adalah tempat lahir kita, tempat para leluhur kita, tempat dimana kita menginjak dan bernafas dalam tanah yang sama, mari kita satukan visi dan misi demi masa depan anak cucu kita bisa menjadi lebih baik, mari kita gali potensi tanah Madura menjadi kota Pariwisata dan mari kita lestarikan situs sejarah budaya kembali, Perkenalkanlah pada mereka para generasi muda anak cucu kita, bilang ke mereka Jasmerah (Jangan lupakan Sejarah).

Tinggalkan komentar