Manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial pada dasarnya merupakan suatu bentuk interaksi saling tarik menarik energi, saling membutuhkan satu sama lain, dampak yang dihasilkan pun dengan sendirinya menimbulkan hukum dualitas energi positif dan negatif, untuk itu semua akan menghasilkan sebuah perubahan baru, pengalaman baru bahkan pembelajaran baru tentang apapun dari hasil proses interaksi tersebut.
Peristiwa hidup manusia adalah sebuah proses menciptakan sejarah nya di kemudian hari, baik buruknya adalah merupakan sebuah peran yang harus dilakukan oleh manusia yang mungkin merupakan bagian dari takdirnya sendiri selama hidup di dunia.
Jangan Lupakan Sejarah atau dikenal dengan Jasmerah adalah bagian proses sejarah para leluhur kita yang banyak mengajarkan tentang arti kehidupan, arti sebuah peradaban dimana semua itu dahulu pernah terjadi, tentang adat dan budaya yang diciptakan terkandung makna filosofi kehidupan yang tinggi dalam menghargai alam semesta.
Para leluhur kita ternyata sudah memahami dan lebih beradab tentang menghargai alam semesta dan sekitarnya, ritual budaya yang dilakukan adalah sebagai wujud menyatu dengan alam semesta dan bersujud pada yang yang kosong yang dikenal dengan Kapitayan, itu terjadi sebelum datangnya agama Hindu Budha bahkan agama Islam.
Peradaban warisan leluhur kita semakin lama semakin terkikis, dari generasi terus ke generasi semakin banyak yang tidak tertarik tentang sejarah dan budaya leluhur Nusantara, mereka lebih banyak terkontaminasi dengan budaya luar atau dikenal westernisasi, bahkan sebaliknya banyak orang luar yang lebih tertarik dengan budaya kita Nusantara, sangat ironi memang begitulah yang terjadi hari ini.
Sebaik-baiknya manusia pasti ada jeleknya, begitu juga sebaliknya sejelek-jeleknya manusia pasti ada sifat baiknya, begitulah hukum alam hukum dualitas kehidupan saling melengkapi, karena kita manusia, bukan Malaikat yang selalu benar dan bukan Iblis yang selalu salah, Semua orang pernah melakukan kesalahan, Sebaik-baik nya manusia belajar dari kesalahan dan memperbaikinya, untuk itu mari kita belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dalam sejarah para leluhur dan mari kita mencoba membenahi dan meluruskannya, untuk generasi kita selanjutnya agar tercipta manusia yang beradab.